BAB
I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Ilumu
Sosila Budaya Dasar Sebagi Komponen MBB
Ilmu budaya dasar (ISBD) adalah salah
satu mata kuliah kelompok matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di
Perguruan Tinggi. Visi kelomppok MBB di Perguruan Tinggi merupakan sumber nilai
dan pedoman bagi penyelenggaraan program study gun menagantarkan mahasiswa
memantapkan kepribadian, kepekaan sosial, kemampuan hidup bermasyarakat,
pengetahuan tentang pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup, dan
mempunyai wawasan tentang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Misi kelompok
MBB di Perguruan Tinggi membantuh membunuh kembangakan : daya kritis, daya
kreatif, dan kepekaan mahasiswa terhadap nilai-nilai sosial yang :
1. Bersifat
demokratis, berkeadaban, dan menjunjung tinggi nilai kemanusian, bermartabat
serta peduli terhadap pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup.
2. Memiliki
kemampuan untuk memiliki dasar-dasar ilmu penegetahuan, teknologi, dan seni
serta
3. Ikut
berperan mencari solusi pemecah masalah sosial budatya dan lingkungan hidup
secara arif.
Didalam
kurikulum, ISBD masuk dalam kelompok bahan kajian yang diperlukan untuk
memahami kaidah berkehidupan bermasyrakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam
berkarya. Lulusan PT harus memiliki 3 kemampuan :
a. Kemampuan
akademik : kemampuan berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tulisan,
menguasai peralatan analisis, berfikir logiss, kritis, sistematik dan analitik,
mampu merumuskan dan memecahkan masalah.
b. Kemampuan
profesional : kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan.
c. Kemampuan personal :
kemampuan personal adalah kemampuan kepribadian, dengan pengetahuan mampu menunjukan
sikap, tingkah laku, dan tingkah yang mencermikan kepribadian Indonesia,
memahami nilai-nilai keagamaan, mempunyai kepekaan terhadap berbagai masalah.
ISBD sebagai integrasi dari ISD dan IBD memberi dasar-dasar penegtahuan sosial
dan konsep-konsep budaya kepada mahasiswa, sehingga diharapkan mampu mengkaji
masalah sosial, kemanusiaan, dan budaya, sehingga diharapkan mahasiswa peka,
tanggap, kritis serta berempati atas solusi pemecah masalah sosial dan budaya
secara arif.
B.
Masalah-masalah
Sosila Budaya Masyarakat
Masalah-masalah sosial telah menanti
menghantui manusia sejak adanya peradaban manusia karena dianggap sebagai
penggangu kesejahteraan hidup mereka sehingga merangsang warga masyarakat untuk
mengidentifikasi, menganalisis, memahami, dan memikirkan cara-cara untuk
mengatasinya. Di masa lampau, pada waktu belum ada ahli-ahli sosial warga masyarakat
umumnya peka terhadap masalah sosial adalah para ahli filsafat, para ahli dan
pemuka agama serta
para ahli politik dan kenegaraan.
Masalah-masalah sosial dapat
didefenisiskan sebagai suatu kondisi yang mempunayi pengaruh terhadap kehidupan
sebagian besar masyarakat sebagai suatu yang tidak diinginkan atau disukai dan
karenanya dirasakan perlunya untuk diatasi atau diperbaiki. Sebagai masalah
sosial dikota-kota, karena menjadi sumber dari berbagai kekacauan lalu lintas
yang akan menjadi sumber utama kejahatan yang mudah terjadi.
C.
Ruang
Lingkup Ilmu Sosial Budaya Dasar
Untuk
dapat memahami posisi Ilmu Sosial Budaya Dasar dalam ilmu penegtahuan, ada
baiknya perlu dipahami terlebih dahulu pengelompokan ilmu pengetahuan menurut
Prof, Dr. Harsja Bachtiar ( dalam Abdulkadir, Muhammad, 2005:1) yang
mengelompokan ilmu dan pengetahuan menjadi 3 (tiga) yaitu :
1. Ilmu-ilmu
Alamiah (natural sciences)
2. Ilmu-ilmu
sosial (natural sciences)
3. Pengtahuan
budaya (The Hunamities)
Ilmu –ilmu alamiah bertujuan untuk mengetahui
keteraturan yang terdapat
dalam alam semesta. Hasil penelitiannya adalah 100% benar atau 100% salah. Yang
termasuk kelompok ini adalah astronomi, fisika, kimia, biologi, matematika,
kedokteran, dan lain-lain.
Ilmu-ilmu sosila bertujuan untuk menegtahui
keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk
mengkaji hal itu digunakan
metode ilmiah dengan meminjam dari
ilmu-ilmu alamiah, tetapi hasilnya tidak mungkin 100% salah atau 100% benar.
Termasuk dalam kelompok ini antara lain : ekonomi, sosiologi, politik,
demografi antropologi sosial.
Pengetahuan
budaya bertujuan memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat
manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan
peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang bersifat unik, kemudia
diberi arti. Peristiwa dan pernyataan yang dimaksudkan biasanya terdapat dalam
tulisan-tulisan. Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode ilmiah,
tetapi mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah.
Ilmu sosial budaya dasar adalah
bertujuan mengembangkan
kepribadian manusia sebagai mahluk sosial dan sebagai mahluk budaya yang
berwawasan luas dan kritis serta dapat menyelesaikan sebuah masalah dengan
baik, memahami konsep dasar tentang manusia sebagai mahluk sosial. Manusia
sebagai mahluk bebudaya ( homo
humanus) artinya, manusia itu mahluk ciptaan Tuhan yang Maha Esa yang paling
sempurna, karena sejak lahir sudah dibekali dengan unsur akal (ratio), rasa ( sense) yang membedakannya dengan
mahluk lainnya.
BAB II
KELOMPOK SOSIAL BUDAYA
A.
Pengertia
Sosial Budaya
Istilah
sosial budaya merupakan
bentuk gabungan dari istilah sosial dan budaya. Sosial dalam arti masyarakat, budaya atau
kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta mayarakat. Oleh karena itu
landasan pemikiran tersebut, maka pengertian
sistem sosial
budaya Indonesia dapat dirumuskan sebagai totalitas tata nilai, tata sosial, dan tata laku
manusia indonesia yang merupakan manifestasi dari karya, rasa dan cipta didalam
kehiupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara berdasarkan pancasila dan
Undang Undang Dasar 1945. Dalam hubungan ini pengertian sosial budaya mencakup dari
dua segi utama kehidupan manusia.
1. Segi
kemasyarakatan
Manusia
demi kelangsungan hidupnya harus mendengar kerjasama dengan manusia lainnya.
Pengertian kemasyarakatan pada
hakikatnya adalah merupakan pergaulan hidup manusia dalam kehidupan
bermasyarakat yang mengandung nilai-nilai kebersamaan, senasip, sepenanggungan
dan solidaritas yang merupakan unsur pemersatu kelompok sosial.
2. Segi
kebudayaan
Kebudayaan
merupakan totalitas cara hidup yang memanifestasinya tampak dalam tingkah laku
yang terlembagakan.
B.
Bentuk
Sosial Budaya
Bentuk sosial budaya,
artinya setiap kelompok sosial budaya mempunyai batas-batas yang telah ditentukan
berdasarkan tipe kelompok, yang membedakannya dengan kelompok lain, tipe kelompok tradisional
alamiah didasarkan pada kesatuan geografi, ikatan perkawinan, dan hubungan
darah, sedangkan kelompok modern didasarkan pada kepentingan yang sama dan keahliah
profesional. dengan demikian ada 4
(empat) macam kelompok tipe sosial budaya yaitu:
1. Tipe
kelompok sosial budaya berdasarkan kesatua geografis, seperti kota, desa,
daerah aliran sungai, daerah pantai dan daerah pegunungan.
2. Tipe
kelompok sosial berdasarkan ikatan perkawinan dan hubungan darah, seperti
keluarga dan keluarga besar.
3. Tipe
kelompok sosial budaya berdasarkan kepentingan yang sama, seperti koperasi
lembaga swadaya masyarakat, dan yayasan.
4. Tipe
kelompok sosial budaya berdasarkan kesaksian profesional, seperti kelompok
profesi dan kelompok pengusaha.
C.
Tujuan
Sosial Budaya
Berdasarkan
hakikat keilmuan, maka tujuan ilmu sosial budaya dasar sebagai bagian dari
kehidupan bermasyrakat adalah :
a. Mengembangkan
kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan
tentang keanekaragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia sebagai individu
dan mahluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
b. Menimbulkan
sikap kritis, peka, dan arif dalam memahamai keragaman, kesedrajatan, dan
kemartabatan manusia dengan landasan nilai estetika,etika, dan moral dalam
kehidupan bermasyrakat.
c. Memberikan
landasan dan wawasan penegtahuan yang luas serta kenyakinan kepada mahasiswa
dan mahluk sosial yang beradab dalam mempraktekan pengetahuan akademik, dan
keahliannya serta mampu memberikan problem olving sosial budaya secara
bijaksana.
Ilmu
sosial budaya dasar selalu membantu perkembangan wawasan pemikiran yang lebih
luas dan ciri-ciri kepribadian yang diharapkan dari setiap anggota golongan
pelajar Indonesia khususnya
berkenaan dengan sikap dan tingka laku serta pola pikir manusia dalam
menghadapi manusia lain termasuk pola sikap, dan tingkah laku serta pola pikir manusia terhadap manusia
yang bersangkutan. Ada 2 (dua) permasalahan yang dapat dijadikan sebagai bahan
pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup permasalahn, yaitu :
a. Adanya
berbagai aspek pada kenyataan-kenyataan yang sama-sama merupakan suatu masalah
sosial, biasa ditanggapi dengan pendekatan yang berbeda oleh bidang-bidang
penegtahuan keahlian yang berbeda-beda sebagi pendekatan tersendiri maupun
gabungan.
b. Adanya
keanekaragaman golongan dan
satuan sosial dalam masyarakat yang masing-masing mempunyai kepentingan
kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku sendiri, tetapi
ada juga persamaan kepentingan kebutuhan
serta persamaan dalam pemikiran dan pola tingkah laku yang menyebabkan adanya
pertentangan-pertentangan maupun hubungan-hubungan kesetiakawanan dan kerjasama
dalam masyarakat.
Berdasarkan
ruang lingkup kajian sebagaimana tersebut diatas kiranya masih memerlukan
penjabaran lebih lanjut untuk bisa dioperasikan kedalam pokok pembahasan dan
sub pokok pembahasan :
a. Mempelajari
dan menyadari adanya berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan
perkembangan masyarakat kebudayaan.
b. Mempelajari
dan menyadari adanya
masalah-masalah individu, keluarga, dan masyarakat.
c. Mengakaji
masalah-masalah kependudukan dan sosialisasi serta menyadari identitasnya sebagai pemuda dan
mahasiswa penerus bangsa dan bernegara.
d. Mempelajari
hubungan antara pelapisan sosial dan persamaan derajat.
e. Mempelajari
masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat perkotaan dan masyarakat
pedesaan.
f. Mempelajari
dan menyadari adanya pertentangan–pertentangan sosial bersama dengan adanya
integrasi masyarakat.
g. Mempelajari
usaha pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh manusia untuk
memanfaatkan kemakmuran dan pengurangan kemiskinan.
h. Mempelajari usaha pengembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi oleh manusia untuk memanfaatkan kemakmuran dan pengurangan
kemiskinan.
i.
D.
Perkembangan
Sosial Budaya Indonesia
Kebudayaan
itu telah mengalami proses perkembangan secara bertahap dan berkesinambungan yang
kita konsepkan sebagai evolusi kebudayaan. Evolusi kebudayaan ini berlangsung
sesuai dengan tantangan hidup dari waktu ke waktu. Masa dalam kehidupan manusia
dapat kita bagi dua, yaitu masa prasjarah (masa sebelum masa sejarah) dan masa
sejarah ( masa manusia mengenal manusia lain). Ada dua produk revolusionel
hasil dari akal manusia dalam jaman prasejarah ayitu :
1.
Penemuan roda untuk
transportasi
2.
Bahasa
Bahasa
adalah suara yang diteriman sebagi cara untuk menyampaikan pikiran seseorang
kepada orang lain.
Mengenai masalah prasejarah ini, ada dua
pendekatan untuk membagi zaman prasejarah, yaitu :
1.
Pendekatan berdasarkan
hal teknologi
2.
Pendekatan berdasarkan
model sosila ekonomi atau mata pencarian hidup
Peradaban
merupakan tahap dari evolusi yang telah berjalan terhadap dan berkesinambungan,
memperlihatkan karakter yang khas pada tahap tersebut, yang dicirikan pada
kualitas tertentu dari unsur budaya yanhg menonjol, meliputi tingkat ilmu
penegtahuan, seni, teknologi dan spiritualitas yang tinggi. Lahirnya peradaban
barat dieoropa dimuali dengan adanya revolusi pemikiran. Penemuan kompas magnetik
menyebabkan kapal laut dapat melintas dilembah sungai Nil tidak hanya
menghasilkan kemajuan dibidang teknologi, tetapi juga dibidang sosial, misalnya
dalam mata pencarian hidup. Hasil pertanian Mesir adalah gandum, sekoi atau
jamaut dan selai yaitu padi-padian berbiji keras seperti jagung.
Perhitunagn ini sama dengan kelender yang kita
gunakan sekarang yang disebut syamsiah (sistem solar). Sedangkan dalam hal
budaya tulis, masyarakat mesir mengenal bentuk tulisan yang disebut meroglif
bentuk gambar. Tulisan hieroglif ditemukan didinding piramida, tugu obelisk
maupun dari papirus. Tulisan hieroglif berkembang menjadi lebih sederhana yang
kemudia lebih dikenal dengan tulisan hieratik dan demotik. Demotik adalah
tulisan rakyat yang digunakan untuk urusan keduniaan, misalnya jual beli.
Secara kebetulan, pada waktu napoleon menyerbu mesir pada tahun 1799, salah
satu angota pasukannya menemukan sebuah batu besar berwarna hitam didaerah
rosetta.
BAB III
PEMUDA DAN SOSIALISASI
A.
Pengertian
Pemuda
Secara
umum, terdapat pergeseran mengenai konsep pemuda. Pada dua dekade yang lalu,
terminologi pemuda selalu memiliki makna ideologis. Pemuda, bukanlah sebuah
gugus gagasan yang hana dibatasi oleh persoalan umur semata. Pemuda, sebagai sebuah
konsep, memiliki dimensi politis Bennedict Anclerson, misalnya menyebut bahwa
definisi “ pemuda “ selalu dikaitan dengan dimensi politik. Sejak dimensi
kemerdekaan, pemuda adalah kelompok umur tertentu (15-40 tahun ) yang
menghabiskan sebagian besar atau kalau tidak malah semua waktu longgar mereka
dalam kegiatan yang sifatnya politis.
Hasil
jajak pendapat tersebut menunjukan bahwa dimasyarakat perkotaan indonesia telah
muncul suatu generasi muda yang sangat melek dengan perkembangan teknologi
dibidang informasi dan telekomunikasi. Tidak hanya melek teknologi dan lebih
terbuka, hasil jejak pendapat ini juga mengungkapkan bahwa pemuda saat ini
sangat optimis dalam mengahadapi tantangan hidup masa depannya.
Persoalan
keuangan dan karir
adalah persoalan utama bagi generasi muda saat ini. Menurut pandangan mereka, sebagian pemuda
generasi saat ini bercita-cita ingin menjadi kaya dan terkenal. Selain
tantangan berbeda yang dihadapi pemuda sat ini, beragam referensi sebagai
dampak dari keajuan teknologi dan luas pergaulan mereka juga memebuat cara
pandang dan sikap mereka dalam mengahadi berbagai persoalan yang ada menjadi
berbeda. Salah satu dampaknya adalah pemuda saat ini cenderung lebih pragmatis
dan kurang peduli terhadap persoalan diluar dirinya.
B.
Pendidikan Karakter
Pendidkan
karakter di Indonesia sesungguhnya buka sesuatu yang baru dalam tradisi
pendidkan di Indonesia. Beberapa pendidik di Indonesia yang coba menerapkan
semangat pendidkan karakater sebagai bentuk kepribadian dan identittas bangsa
sesuai dengan konteks dan situasi yang mereka alami antara lain: R.A Kartini,
Ki Hajar Dewanra, Soekarno , Hatta, Tan Malaka, Moh. Hatsir, dll. Jika dilihat
tujuan utamanya, terlebih dari kacamata sosiologis dan politis, pendikankarakter
( baca : berkepribadian )
terutama merupakan kepentingan negara. Sebab negara berkepentingan agar generasi muda
dapat memiliki persiapan yang matang ketika harus masuk dalam kegiatan politis
masyarakat secara normal dan wajar tanpa kesulitan.
Pendidkan
bisa dikatakan berkarakter apabila melibatkan berbagai macam komposisi nilai (
nilai agama, nilai moral, nilai-nilai umum, dan nilai-nilai kewargaan). Secara
detail pendidikan karakter memiliki nilai sebagai berikut:
Nilai keutamaan.
Manusia memiliki
keutamaan kalau ia menghayati dan melaksanakan tindakan-tindakan yang utama,
yang membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain . sejarah mencata, sejak
zaman kolonial, bangsa Indonesia menempatkan nilai keutamaan, seperti kesatuan
dalam kehidupan bersama sebagai sebuah bangsa sebagai nilai utama yang
diperjuangkan.
Nilai keindahan. Pada masa lalu, nilai keindahan
ditafsiran terutama pada keindahan fisik, berupa hasil karya seni, patung,
bangunan, sastra, dll. Nilai keindahan dalam tataran yang lebih menjadi penentu
kualitas dirinya sebagai manusia. Bangsa Indonesia sejak dahulu memiliki rasa
religiolitas, rasa seni yang tinggi.
Nilai adil.
Jika ingin berbuat adil manusia harus bekerja. Penghargaan atas nilai kerja inilah yang
menentukan kualitas diri seorang
individu. Menjadi manusia utama adalah
menjadi manusia yang bekerja. Untuk itu butuh kesabaran, ketekunan,
jerih payah. Jika lembaga pendidikan kita tidak dapat menanamkan nilai kerja
ini individu yang terlibat didalamnya tidak akan mengembangkan karakter dengan
baik.
Nilai cinta tanah air
(patriotisme). Pendidikan karakter yang
menanamkan nilai-nilai patriotisme secara mendalam tetaplah relevan, mengingat
ikatan batin seorang senantiasa terpaku pada tanah tempat kelahirannya, dan ibu
pertiwi yang membesarkannya.
Nilai demokrasi.
Nilai demokrasi ini mewarisi
pendidikan karakter dikota
Atena. Dikota Atena dimasa lalu sudah biasa pemandangan para serdadu
berkeliaran dengan menenteng
senjata. Kebiasaan ini pelan-pelan hilang dan tidak terlihat lagi. Tatanan
sosial tidak lagi. Didominasi oleh kehadiran militer, melainkan peran serta
masyarakat dalam kehidupan diatur melalui tata sosial politik yang lebih
mengutamakan dialog dan membangun kebersamaan.
Nilai kesatuan.
Dalam konteks berbangsa
dan bernegara di Indonesia, nilai kesatuan ini menajadi dasar pendirian
bangsa ini. Apa yang tertulis dala sila ke-3 pacasila, yaitu persatuan
Indonesia, tidak akan dipertahankan jika setiap individu yang menjadi warga
negara Indonesia yang tidak dapat menghormati perbedaan dan pluralitas yang ada
dalam masyarakat kita.
Nilai moral. Nilai
moral ini oleh Socrates
diacu sebgai sebuah panggilan untuk merawat jiwa, jiwa inilah yang menentukan
apakah seorang itu sebagai individu merupakan pribadi yang baik atau tidak.
Oleh karena itu nilai-nilai moral sangatlah vital bagi sebuah pendidikan
karakter nilai-nilai moral yang akan berguna
dalam masyarakat kita tentunya akan semakin efektif jika nilai ideologi bangsa
yaitu nilai moral dalam pancasila menjadi jiwa dalam setiap pendidikan karakter .
Nilai-nilai
kemanusiaan. Menghayati nilai-nilai kemanusian
mengadakan sikap keterbukaan terhadap kebudayaan lain, termasuk disini kultur
agama dan keyakinan
yang berbeda. Nilai-nilai
kemanusiaan ini menjadi sangat relevan diterapkan dalam pendidikan karakter karena
masyarakat kita telah menjadi masyarakat global.
C.
Menuju
Pendidikan Berkarakter
Pendidikan karakter dilembaga
pendidikan (formal) lebih banyak dengan
penanamn nilai. Pendidkan karakter agar dapat disebut sebagai integaral dan
utuh juga mestih juga menetukan metode yang akan dipakainya, sehingga tujuan
pendidikan karakter itu akan semakin terarah dan afektif. Metode yang bisa
digunakan untuk mencapai
idealisme dan tujuan pendidikan
karakter adalah sebagai berikut: mengajar. Untuk dapat melakukan yang baik,yang
adil yang bernilai, kita pertama-tama mengetahui dengan jernih apa itu
kebaikan, kebaikan, dan nilai. Pendidkan karakter mengendalikan penegtahuan
teoritis tentang konsep-konsep nilai tertentu. Lebih dari sebuah tindakan
dikatakan sebagai tindakan yang
bernilai jika seorang itu melakukannya dengan bebas, sadar dan dengan
penegtahuan yang cukup tentang apa yang dilakukannya.
Keteladanan.
Keteladanamemang menjadi salah satu hal yang klasik bagi berhasilnya sebuah
tujuan pendidikan karakter. Guru yang dalam bahsa jawa berati digugu dan
ditiru, sesungguhnya menjadi jiwa pendidkan karakter itu sendiri. Tumpuan
pendidkan karakter ini ada di pundak guru.
Menentukan prioritas.
Lemabaga pendidkan umunya memiliki prioritas dan tuntutan dasar atas karakter
yang ditetapkan dilingkungan mereka. Jika suatu lembaga pendidkan menetuka
suatu prioritas dalam pendidkan mereka adalah standar keilmuan, maka berhasil
tidaknya kriteria itu masih dapat dibuktikan melaui transparansi laporan
perkembangan kemajuan kemampuan akademik anak didik dihadapan pemangku
kepentingan (orangtua dan masyarakat).
Praksis prioritas.
Unsur lain bagi pendidikan karakter adalah bukti dilaksanakannya prioritas
nilai pendidkan karakter tersebut. Berkaitan dengan tuntutan lembaga pendidikan
atas prioritas nilai yang menjadi yang menjadi vis kinerja pendidikannya, lembaga
pendidkan mesti mampu membuat sertifikasi sejauh mana visi sekolah tersebut
dapat direalisasikan dalam lingkup pendidkan melalui berbagi macam unsur yang
ada didalam pendidkan itu sendiri.
Refleksi.
Refleksi merupakan kemampuan sadar khas manusiawi. Dengan kemampuan sadar ini
manusia mampu mengatasi diri dan mampu mengatasi kualitas hidupnya dengan baik.
Jadi setelah tindakan dan praksis pendidikan karakter itu terjadi, perlulah
didakan semacam pendalaman, refleksi, utuk melihat sejauh mana lembaga
pendidkan telah berhasil atau gagal dlam melaksanakan pendidikan karakter .
BAB IV
KEBUDAYAAN PERADABAN
DAN
SITE NILAI BUDAYA
A.
Kebudayaan
Kebudayaan
berasal dari kata “ budaya “, yang berasal dari kata sansekerta “budhayah”,
sebagai bentuk jamak dari buddhi, yang berarti budi atauakal. Kebudayaan adalah
hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal. Banyak definisi tentang
kebudayaan. ( coba cari tentang definisi
tersebut ). Koentjaraningrat memberi pengertian kebudayaan sebagai “
keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu”. Atau dengan kata lain bahwa
kebudayaan itu adalah keseluruhan dari apa yang pernah dihasilkan oleh manusia
karena pemikiran dan karyanya. Jadi kebudayaan merupakan produk budaya.
a.
Wujud Kebudayaan
Ralp
Linton, membaginya menjadi wujud fisik dan non fisik. Sedangkan
Koentjaraningrat membaginya kedalam tiga wujud, yaitu wujud ideal yaitu
kompleks ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma dan sebagainya.
b. Wujud
sistem sosial : yaitu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam
masyarakat yang selalu mengikuti pola-pola tertentu berdasarkan adat tata
kelakuan misalnya gotong royong, kerja sama.
c. Wujud
kebudayaan fisik yaitu benda-benda hasil karya manusia, misalnya pabrik,
komputer, candi Borobudur, dan lain – lain.
Dalam
disilin ilmu antropologi budaya, kata kebudayaan dan buda tidak dibedakan.
Kebudayan dalam kaitannya dengan ISBD adalah: penciptaan, penertiban, dan
pengelolaan nilai-nilai isan, tercakup didalamnya usaha memanusiakan diri
didalam alam lingkungan baik fisk maupun lingkungan sosial.
Apabila
dihubungkan dengan wujud kebudayaan yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat,
maka niali-nilai insani (nilai etika) itu meliputi kebudayaan ideal dan wujud
sistem sosial, sedangkan nilai estetika terdapat pada wujud kebudayaan fisik.
Pembangunan budaya yang tidak manusiawi
selalu cenderung menunjukan sifat kejam, bengis, tidak adil, rakus, ingin
berjkuasa menguasai batas, sombong, takabur. Tidak manusiawi artinya tidak
sesuai dengan atau tidak menghargai martabat manusia serta tidak berguna bagi
kehidupan manusia.
B.
Perwujudan
Kebudayaan
Menurut
Sutan Takdir Alisyahbana, apabila perwujudan budaya itu penekananya pada akal
(mind), aka akan menimbulkan tingkat peradaban yang berbeda. Mind selalu
dihubungkan dengan cicilization, bukan culture, maka ada yang di sebut
peradaban tinggi dan peradaban rendah, karena alat ukurnya adalah akal dan
pikir manusia. Manusia yang berfikir timggi dikatakan peradabannya tinggi, dan
sebaliknya. Tingkat berfikir tinggi lebih dahulu timbul dikalangan orang berat,
maka orang mengatakan bahwa Orang Barat mempunyai peradaban yang tinggi, bukan
kebudayaan yang tinggi.
Sedangkan
apabila perwujudan budaya itu penekanannya pada ketiga unsur (akal,perasaan,
dan kehendak) secara bersamaan maka akan timbul tingkat kebudayaanyang berbeda,
maka ada kebudayaan tinggi, ada kebudayaan rendah, karena diukur dengan
faedahnya sebagai manusia.
C.
Sistem
Nilai Budaya
Nilai
adala segala sesuatu tentang yang baik atau yang buruk. Nilai adalah segala
sesuatu yang menarik bagi manusia sebagai subjek. Nilai adalah perasaan tentang
apa yang diinginkan ataupun yang tidak diinginkan , atau tentang apa yang boleh
dan yang tidak boleh.
Konsep-konsep
tentang nilai yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar warga masyarakat,
membentuk nilai sistem budaya. Sistem nilai budaya berfungsi sebagai pedoman
tertinggi bagi kelakuan manusia, dalam tingkatan yang paling abstrak.
Sistem-sistem tata kelakuan yang tingkatannya lebih konkrit, seperti
aturan-aturan khusus, hukum, norma-norma, semua berpedoman pada sistem budaya
itu. Sistem budaya itu demikiankuat meresap dalam jiwa warga masyarakatnya
sehingga sukar diganti dengan nilai-nilai budaya lain dalam waktu singkat.
Ahli
Antropologi Kluckhohn, membagi sistem nilai budaya kedalam lima masalah:
1.
Hakekat hidup manusia
2.
Hakekat karya manusia
3.
Hakekat kedudukan
manusia dalam ruang dan waktu
4.
Hakekat hubungan
manusia dengan alam
5.
Hakekat hubungan
manusia dengan sesamanya.
BAB V
MANUSIA DAN CINTA KASIH
A.
Pengantar
Kasih
sayang sudah dikenal sejak anda lahir dan bahkan sejak anak anda dalam
kandungan. Kasih sayang berkembang seirama dengan perkembangan anak menuju
kedewasaan. Dalam hidunya kadang-kadang kasih sayang ii ternoda oleh
perbuatan-perbuatan keji yang berlawanan dengan perbuatan kasih sayang.
Kecintaan
orang tua atau ayah dan ibu terhadap anaknya didasarkan atas kerapuhan hati,
sebagab orang tua mempunyai maksud tertentu terhada anaknya, yaitu sukses dalam
bimbingan atau pendidikan yang diwujudkan dalam pergaulan orang tua terhadap
anaknya.
Hubungan
yang akrab antara pria dan wanita yang sedang di mabuk asmara merupakan bagian
dari kemesraan. Kemesraan merupakan kelanjutan dan perwujudan dari cinta. Cinta
yang menumbuhkan kemesraan bukanlah cinta kepada sesama jenis, akan tetapi
cinta yang memiliki unsur bentuk cinta kasih rohania yang pada tingkat
tertinggi dan didasari keinginan yang suci serta agung.
Jika
seseorang pemuda cinta kepada seorang gadis secara seius, ia terlempar keluar
dari cinta diri, ia mulai hidup dengan orang lain. Kemesraan idak hanya terjadi
dalam hubngan antara pria dan wanita yang sedang di mabuk asmara, akan tetapi
juga terjadi dalam keluarga antara sepasang suami istri. Cinta yang agung dan
suci yang menjelma menjadi kemesraan tidak mengenal batas usia, kasta, derajat,
dan status sosial. Kemesraan ada pada setiap hubungan suami istri yang diikat
oleh cinta yang suci dan agung.
Perasaan
kasih secara harafiah berarti “merasa dengan”. Dalam pengertian ini,
perasaan-perasaan sosil kita yang mendasar, dasar seluruh moralitas, dan
merupakan perekat emosional yang menghimpun masyarakat dan akhirnya seluruh
kemanusiaan bersama-sama. Adanya rasa kasihan yang tertanam dalam akhlak
membantu seseorang menjadi pemurah. Sebab sering terjadi di kotomi antara
tuntunan moralitas dan watak egois.
B.
Pokok
Bahasan
1.
Arti,
Hubungan, Ungkapan Cinta Kasih
a.
Arti
Cinta Kasih
Cinta
kasih merupakn paduan dua kata yang mengandung arti psikologis yang dalam, yang
sulit didefinisikan dengan rangkaian kata-kata. Mungkin dapat diberi arti
tertentu apa bila sudah diwujudkan dalam tingkah laku manusia terhadap manusia
lainnya, atau terhadap ala sekitarnya, atau terhadap Tuhan. Manusia adalah
makhluk cipataan Tuhan yang paling sempurna dibandingakan dengan makhluk-makhluk
lain. Manusia mempunyai akal, kehendak, dan perasaan . dengan unsur-unsur
budaya ini manusiamenilai, merasakan, menghendaki adanya kebutuhan cinta kasih
Cinta
kasih bersumber pada unsur rasa, yang merupakanungkapan perasaan, didukung oleh
unsur karsa, yang dapat berupa tingkah lakudan dipertimbangkan dengan akalyang
menimbulkan tanggung jawab, dalam cinta kasih tersimpul pula rasa kasih sayang,
kemesraan, belas kasihan, pengabdian. Cinta kasih yang disertai dengan tanggung
jawab menciptakan keserasian, keseimbangan, dan kedamaian antara sesama
manusia, antara manusia dengan lingkungan, dan antara manusia dengan Tuhan.
b.
Hubungan
Cinta Kasih
Adanya
beberapa macam hubungan cinta kasih yang dibahas dalam bab ini, sebagai berikut
:
·
Cinta kasih antara
orang tua dan anak. Apabila seorang ibu atau ayah sellu ingat, memperhatikan,
dan memenuhi kebutuhan wajar anaknya, dikatakan bahwa mereka mempunyai rasa
cinta kasih atau kasih sayang terhadap anak. Orang tua mengharapkan agar anak
menjadi orang baik dan berguna dikemudian hari.
·
Cinta kasih antar pria
dan wanita. Apabila seorang pria perjaka menaruh perhatian istimewa terhadap
seorang gadis dengan perilaku baik, lemah lembut, sopan, apalagi dengan
memberikan seuntai mawar merah, dikatakan bahwa ia menaruh cinta kasih atau
kasih sayang terhadap gadis itu.
·
Cinta kasih antara
sesama manusia. Apabila seorang sahabat berkunjung kerumah kawannya yang sedang
sakit dan membawa obat yang diperlukannya atau makanan yang diinginkanna
dikatakan bahwa sahabat itu menaruh cinta kasih atau belaskasihan terhadap
kawannya ang sedang sakit itu.
·
Cinta kasih antara sesama manusia dan Tuhan. Apabila seorang
taat beribadah, menuruti perintah Tuhan dan menjauhi larangannya, dikatakan
bahwa orang itu mempunyai cinta kasih atau mengabdi kepada Tuhan Penciptanya.
·
Cinta manusia terhadap
lingkungannya. Papbila seseorang menciptakan taman yang indah , memlihara
tanaman di pekarangan, tindakan menebang kayu dihutan seenaknya, tanah gundul
di tanam kembali dengan teratur, hewan lingkungan tidak diburu, ataudiburu
tanpa manfaat, dikatakan bahwa orang itu menaruh cinta kasih atau menyayangi
lingkungan hidupnya.
c.
Ungkapan
Cinta Kasih
Orang
yang mempunyai perasaan cinta kasih, hidupnya penuhnya penuh gairah, banyak
inisiatif, dan penuh kreatif bagi seniman pelaku cinta kasih dituangkan dalam
bntuk karya budaya, sehingga dapat dinikmati pula oleh masyarakat. Dengan
demikian masyarakat dapat memetik nilai-nilai kemanusiaan yang terungkap
melalui karya budaya itu. Dari uraian yang dikemukakan sebelumnya dapatlah
dinyatakan bahwa cinta kasih adalah kebutuhan kodrati manusia, yang merupakan
bagian yang tidak dapat diabaikan dalam kehidupan manusia.
2.
Cinta
kasih antara orang tua dan anak
Cinta
kasih ini bermula dari seorang ibu terhadap anaknya. Seorang ibu yang sedang
menyusui anaknya adalah gambaran tentang ketulusan dan cinta kasih. Tugas untuk
mewujudkan cinta kasih yang tulus itu berlangsung lama, dan penuh pengorbanan.
Apabila tugas terpenting keluarga adalah mengasuh dan membesarkan serta
mendidik anak, maka sebenarnya ibu adalah tokoh utama dalam unit sosial
terkecil.dalam hubungan antara cinta kasih antara ibu dan anak, sejak anak
masih bayi sudah dapat merasakan kasih sayang ibunya melalui sentuhan tangan,
pelukan dan elusan ibunya, kemudiaan disusul dengan suguhan susu ibu. Anak
ditidurkan dengan diiringi lagu menidurkan.
Dibagian
lain Supardi Djoko Damono mengungkapkan bahwa dalam masyarakat kita biasanya
yang menjadi lambang ketulusan dan cinta kasih adalah wanita (ibu) dan
anak-anak. Dirumah tangga ibu menjadi tokoh ketulusan dan cinta kasih kepada
anak dan suami. Dalam karya sastra dan lirik lagu kadang-kadang pengorbanan ibu
seing dimnfaatkan oleh seniman untuk memeras air mata kita. Seorang ibu yang
bersedih berkorban untuk anak dan keluarganya dibayangkan sebagai dewi tanpa
cacat.
3.
Cinta
Kasih Antara Pria dan Wanita
Cinta
kasih antara pria dan wanita merupkan titik awal timbulnya keluarga sebagai
unit masyarakat terkecil dan berkembang biak umat manusia dimuka bumi ini.
Cinta kasih antara pria dan wanita yang sudah dewasa (akil balig) merupakan
kodrat yang tidak dapat dipungkiri, dan harus ada. Atas dasar cinta kasih ini
timbul berpadu hidup antara pria dan wanita yang harmonis dalam bentuk
perkawinan yang dihargai oleh agama, hukum, dan oleh masyarakat.
Cinta
kasih yang tulus antara satu sama lain dalam ikatan perkawinan yang harmonis
dilandasi oleh oleh perasaan sayang, kemesraan yang merupakan kunci
kebahagiaan. Apabila perkawinan itu dilandasi oleh kasih sayang tulus dan
iklas, kasih mengasihi, dan saling menumpahkan kasih sayang, keluarga itu akan
tumbuh subur dan berkembang sempurna.
4.
Cinta
kasih antara sesama manusia
Cinta
kasih antara sesama manusia yang dilandasi oleh rasa belas kasihan. Belas
kasihan ini timbul karena ada penderitaan yang dialami manusia. Penderitaan ini
mengandung pengertian yang luas, misalnya penderitaan karena bencana alam,
bencana perang, karena sakit, karena sudah tua, karena yatim piatu, dan
lain-lain. Dalam cinta kasih berdasarkan belas kasihan ini tidak dikenal unsur
pamrih melainkan keran keikhlasan semata-mata, sifat ingin menolong sesama, dan
belas kasih ini adalah sifat orang-orang yang beakhlak dan berbudi. Apa yang
diderita orang lain, ia ikut pula merasakan penderitaan itu.
Cintakasih
yang dilandasi belas kasihan merupakan dasar untuk menciptakan kebersamaan dan
saling menghargai. Kebersamaan yang kita maksudkan adalah kebersamaan secara
kodrati, manusia diciptakan Tuhan dan dibekali dengan hak asasi yang sama.
Dalam kebersamaan itu ada kesediaan dan ketulusan membantu menyelamatkan
manusia yang sedang dalampenderitaan. Apabila cinta kasih antara manusia sesama
ini dihayati sungguhj-sungguh oleh setiap insan, terutama yang berkuasa dimuka
bui ini, maka tidak akan ada perang, tidak akan ada kemelaratan dan kemiskinan.
Kita
dan saksikan perwujudan cinta kasih antara sesama manusia ini misalnya palang
merah untuk menyelamatkan korban perang, dana-dana kemanusiaan untuk korban
bencana alam, kesediaan suatu negara atau bangsa menampung pengungspengungsi
dan negara atau bangsa lain, akibat peperangan, yayasan rumah sakit untuk
membantuorang sakit, yayasan yatim piatu untuk menolong anak-anak yang tidak
mampu, dan lain-lain. Apabila dalam hidup manusia, cinta kasih sudah memudar,
atau menghilang dari lubuk hatinya, maka akan timbul takabur, kekejaman,
kebuasan yang tiada tara, nafsu setan merajalela, nilai-nilai kemanusiaan
diinjak-injak.
5.
Cinta
Kasih antara Manusia dan Tuhan
Kecintaan
manusia kepada Tuhan tidak dapat
dipisahkan dan kehidupan manusia. Manusia adalah manusia ciptaan Tuhan, karena
itu manusia merasa takut kepada Tuhan. Jika manusia mengabaikan perintah
tuhannya, ia akan memperoleh murka. Untuk itu manusia menaruh cinta kasih
kepada Tuhannya untuk wujud cinta kasih kepada Tuhan ialah pengabdian peujaan
atau sembayang. Dalam cinta kasih kepada Tuhanitu tersimpul keperasaan dan
keikhlasan berserah diri bahwa pengabdian,pemujaan, sembayang karena
semata-mata karena Tuhannya, karena Tuhan Maha Pencipta, dan Maha Kuasa tas
segalanya.
Cinta
kepada Tuhan menurut ajaran agama adalah takwa dan mengabdi kepada Tuhan.
Artinya menuruti perintahNya dan menjauhi laranganNya. Yang paling mulia disisi
Tuhan adalah orang yang taqwa kepadanya. Takwa kepada Tuhan ini dilkakukan
menurut ajaran agama yang di peluk manusia, yang dimanifestasikan dengan
pemujaan atau sembayang dan doa disertai dengan perbuatan baik yang dikehendaki
Tuhan.
Bentuk
komunikasi ritual ini dilakukan manusia ditempa-tempat khusus, misalnya di
asjid bagi agama Islam, digereja bagi agama kristen , dipura bagi yang agama
Hindu, dan di candi bagi yang beragama Buddha.tempat-tempat khusus ini merupakan
karya cipta manusia sebagai perwujudan kreativitas karena cnta kasih.
6.
Ada
tiga macam cinta yaitu, Agape, Philia, dan Eros/Amor
a. Cinta
agape yaitu cinta manusia kepada Tuhan seperti, yang dijelaskan pada cinta
pemujaan.
b. Cinta
philia, yaitu cinta dalam keluarga, cinta kepada ayah / ibu dan saudara
c. Cinta
eros / amor ialah antara pria dan wanita
C.
Contoh
dalam kehidupan
1. Kematian
Arie Hanggara di kamis subuh 8 November 1984 tersebut boleh dibilang merupakan
peristiwa terbesar akan kesalahan orang tua terhadap anaknya.
Matahari
pagi baru saja menyapu sebagian ruang mayat rumah sakit Cipto Mangunkusumo.
Ketika suasana menjadi gaduh. Beberapa orang mengelilingi jenazah yang teramat
papa : seorang bocah lelaki yang memar sekujur tubuhnya, sebagian kepalanya
retak, dan beberapa tulang patah akibat pukulan dan benturan, mata kanan lebam
membiru, kening terluka dan darah masih mengalir dari hidungnya. Tubuh mungil
yang malang.
“
Bukan kecelakaan , ia meninggal karena dianiaya oleh orang tuanya”. Suasana
galau semakin menjadi, orang berkerumun semakin banyak,sedu,sumpah serapah, dan
sinar lampu blitz wartawan berkilau berganti.
BAB VI
MANUSIA DAN KEADILAN
A.
Pengantar
Setiap
manusia pastilah mendambakan keadilan , karena keadilan sungguh merupakan suatu
yang sangat esensial didalam kehidupan insane beradab. Begitu pentingnya
keadilan dan begitu tinggi nilai keadilan itu, sehingga kata keadilan itu di
rangkaikan dengan kata kebenaran. Perjuangan hidup manusia sangat yang sangat
penting adalah menegakkan keadilandankebenaran.
Semboyan
itu pernah dipakai oleh orde baru, dan jauhsebelum itu, kitapun telah
mengenalmenuju masyarakat adil dan beradap. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia. Memang keadilan begitu tinggi nilainya bagi kehidupan manusia, sebab
dengan terlaksananya keadilan itulah manusia benar-benar merasa bahwa dirinya
adalah manusia.
Keadilan
selalu mengandung unsure “ penghargaan “ dan “Penilaian” atau “Perimbangan”,
oleh karena itulah keadilan selalu dilambangkan dengan”neraca keadilan”. Ada
yang berpendapat, bahwa dalam keadaan yang sama,setiap orang harus mendapatkan
bagian yang sama pula. Pendapat yang demikian kadang-kadang menyulitkan para
penegak hukum untuk memutuskan suatu hal yang tidak sama antara satu orang
dengan orang lain. Ini bukan berarti bahwa sesuatu yang tidak sama itu bukan
adil, atau penyelewengan hak-hak manusia.
Prof.
Subekti SH, mengemukakan pendapat bahwa keadilan itu berasal dari Tuhan, tetapi
manusia diberi kecakapan untuk meraba atau merasakan keadaan yang dinamakan
adil itu. Perdamaian diantara manusia dipertahankan oleh hukum dengan
melindungi kepentingan-kepentingan hukum manusia tertentu, kehormatan,
kemerdekaan jiwa, harta benda, terhadap pihak yang merugikannya.
B.
Keadilan
Dimanapun
dan pada persoalan apapun dalam kehiduan manusia, keadilan merupakan dambaan
setiap insan. Tetapi kenyataannya lebih banyak orang yang mengatakan, bahwa
dirinya telah berbuat adil tanpa melihat aspakah adilnya itu telah dirasakan
orang lain.
1.
Pengertian
Keadilan
a. Aristoteles
Menurut
Aristoteles keadilan adalah kelayakan dalam indakan manusia. Kelayakan dalam
tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung
ekstrem (diantara dua kutub), yakni ujung yang terlalu banhyak dan ujung yang
terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem itu menyangkuit dua orang atau benda.
b. Plato
Plato
memproyeksikan keadilan pada diri manusia, sehingga orang dikatakan adil
apabila orang itu mampu mengendalikan diri dan perasaannya dengan akalnya
(dengan rasionya).
c. Socrates
Menurut
Socrates, keadilan tercipta bilamana setiap warga negara telah merasakan, bahwa
pemerintah telah melaksankan tugasnya dengan baik. Mengapa keadilan
diproyeksikan pada pemerintah, kerana pemerintah adalah pemimpin pokok yang
menentukan dinamika masyarakat (buatlah analisis).
d. Kong
Hu Chu
Kong
Hu Chu berpendapat lain. Menurut dia “ keadilan itu terjadi apabila anak
sebagai anak, bapak sebagai bapak, dan raja sebagai raja, masing-masing telah
melaksanakan kewajibannya.
e. Charles
E. Merriam
Charles
E. Merriam dalam bukunya Systematic Politics menghubungkan dengan tujuan
Negara. Menurut Merriam , “keadilan terwujud dalam system dimana terhadap
saling pengertian dan prosedur-prosedur yang memberikan kepada setiap orang apa
yang telah disetujui dan telah dianggap
patut.
f. Prof.
I.R. Poedwojoto
Secara
umum menurut Prof. I.R. Poedwojoto, “ keadilan adalah pengakuan dan perlakuan
terhadap hak yang sah
g. Keadilan
menurut ajaran agama
Agama
mempunyai ajaran-ajaran ttentang keadilan. Pelanggaran terhadap salah satu sebagian
besar terhadap larangan-larangan agama akan berakibat dosa, misalnya korupsi
menumpuk kekayaan yang sebenarnya hasil pengambilan tidak sah dari milik orang
lain (terutama dari mereka yang lemah dan tidak tahu haknya )
h. Keadilan
dan hasil seni
Jelaskah
bagi kita bahwa keadilan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Itulah
sebabnya maka peristiwa-peristiwa keadilan dapat menimbulkan daya kreativitas
para seniman untuk menciptakan karya seni, sehingga banyak kita jumpai
hasil-hasil seni yang mengekspresikan keadilan.
Peristiwa
keadilan juga sring kita lihat, kita dengar atau kita baca dari media massa,
seperti :
1. Mayat
terpotong-potong diJakarta dan Sukabumi
2. Peristiwa
Sengkon den Karta
3. Proses
pengadilan penyelundupankasus kelas kakap
4. Atau
kemukakan contoh-contoh peristiwa yang baru terjadi.
2.
Berbagai
macam keadilan
a. Keadilan
legal atau keadilan moral
Plato
berpendapat bahwa hukum merupakan substansi rohani umum dan masyarakat yang
membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap irang
enjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (The Man
Behind The Gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto
membunyikan keadilan legal.
b. Keadilan
Distributif
Aristoteles
berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama
diperlukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama justice is
done when equals are treated equally)
c. Keadilan
komutatif
Keadilan
ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi
Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban
dalam masyarakat.
3.
Keadilan
Sebagai Kebutuhan Naluri Manusia
John
Locke mengemukakan bahwa manusia itu mempunyai hak-hak alamiah yang dimilikinya
semenjak lahir.
Hak
alamiah ini :
1. Hak
akan hidup
2. Hak
akan kebebasan atau kemerdekaan
3. Hak
akan milik, hak akan memiliki sesuatu
Diantara
ketiga hak alamiah itu yang terpentinglah adalah hak akan hidup. Dari hak akan
hidup itulah kemudian muncul hak-hak yang lain, yang saat ini dinamakan hak
asasi manusia.
Hak-hak
yang timbul dengan adanya hak-hak asasi itu antara lain :
1. Personal
right (hak asai pribadi)
2. Property
right (hak asasi ekonomi, hak memiliki sesuatu, hak membeli / menjual
barang-barang miliknya dan lain-lain)
3. Rigthts
og legal equality ( hak memperoleh perlakuan yang sama dalam hukum dan
pemerintahan).
4. Polotical
rigth ( hak asasi politik, hak untuk ikut serta dalam pemerintahan, hak dipilih
dan memilih lain-lain.
5. Social
and culture rigthts ( hak untuk memilih jenis dan jenjang pendidkan setra
mengmbangkan kebudayaan untuk disukai).
6. Procedure
rigth ( hak untuk mendapatkan perlakuan atau tatacara perailan dan
perlindungan, misalnya penangkapan, penahanan, penggeledaan dan lain-lain).
Hak
asasi ini kemudian pada tanggal 10 desember 1984 ditulis dalam piagam yang
memuat 30 pasal diterima sebagai “universal declaraction of human rigth” ( penyataan sedunia tentang
hak-hak asasi manusia). Disamping mempunyai hak-hak asasi seperi diatas,
menurut thomas hobbes, manusia juga mempunyai sifat-sifat yang melekat pada
dirinya, yaitu:
a. Cornpetifio,
yaitu sifat untuk berlomba menguasai manusia yang lain, karena adanya rasa
takut dan khawatir ia tidak akan mendapatkan pujian.dalam hai ini dapat
menggunkan car apapun.
b. Defentio,
yaitu sifat untuk mempertahankan diri dalam membela diri. Ini berarti bahwa
manusia tidak suka dikuasai atau diatasi orang lain.
c. Gloria,
yaitu sifat untuk dihormati, disegani dan dipuji.
4.
Pengertian Keadilan Sosial
Sila
kedua dari kelima dari pancasila merupakan serangkaian kata yang mempunyai arti
tersendiri. Keadilan sosial mempunyai satu arti yaitu social justice, yang
sangat erat berhubungan dengan suatu isme, ajaran atau pandangan hidup kata
keadilan sosial dan keadilan manusia yang adil dan beradab mengadung makna
gotong- royong, jadi tidak ada denga keadilan kumulatif , walau azasnya tetap
bersumber pada penegrtian keadilan seperti dijelaskan didepan. Keadilan sosilal
pengertianya juga untuk kepentingan sosila kepentingan bersama kepentingan
komunal gotong-royong mempunyai suatu usaha bersama. Pelaksanaannya bersama
atau menegrjakan suatu peranan bersama yang hasilnya dimanfaatkan untuk
kemakmuran bersama. Didalam suatu negara, kemakmuran bersama atau kesejateraan
sosila dan tercapai jika ada keadilan sosial.
Keadilan
sosial dalam pancasila dijabarkan menjadi 12 butir pengalamn yang tertuang dalam eka prasetnya
pancakarsa. Yang terpenting dalam pengalaman hidup manusia adalah keadilan
sosial ini. Pandangan hidup, filsafah atau sikap tentang keadilan sosial ini.
Pandangan hidup tentang keadilan sosial tumbuh dari kebudayaan yang memetik
beratkan pad kehalusan budi, perasaan halus, menjunjung tinggi nilai-nilai
kemanusiaan, dan mencintai sesama hidupnya.
C.
Contoh
Keadilan Sosial Dalam Kehidupan
1.
Bagaimana
dengan seniman-seniman kiat?
Sesuai
dengan kapasitasnya pula, pada seniman indonesia pun sebenarnya cukup vokal
dalam menyuarahkan sikap mereka akan praktek-praktek ketidak adilan. Hadirnya
angkatan 66 yang ditunjukan oleh Taufik Ismail dan kawan-kawannya sebenarnya
merupakan refeleksi dan adanya rasa tidak puas terhadap keadilan diwaktu ini,
bahkan sebelum itu cukup banyak pula cerpen dan novel yang dengan semangatnya menggambarkan
kepincangan hidup didunia ini. Ws, Rendra penyair kita yang paling peka dengan
kondisi masyarakat sekitarnya, sempat pula monorehkan kesengitanya terhadap
ketidak adilan yang dialami oleh lapisan bahwa dari masyarakat kita, yakni
pelacur.
2. Kendatipun
kenderungan manusia untuk menolak perkosaan
Rasa
keadilan tersebut bisa dibilang sebagi suatu kecenderungan umum akan tetapi
dalam kondisi-kondisi tertentu kadang-kadang manusia juga tidak bisa
menghindarkan diri dari praktek-praktek perkosaan rasa keadilan tersebut.
3. Ada
lagi salah satu model ketidak adilan dalam hubungan antar insan yng sungguh
menarik untuk disinggung. Penyebabnya adalah penempatan sikap yang berbeda
untuk seorang anak manusia. Ilustrasi yang cukup menarik untuk ini adalah
pengalaman Achmad Djajadiningrat yang ditulis dalam sebuah momenya.
BAB VII
MANUSIA DAN TANGGUNG
JAWAB
A.
Pengantar
Hidup
manusia disamping sebagai makhluk Tuhan dan makhluk individu, juga merupakan
makhluk sosial, hidup dalam lingkungan masyarakat. Didalam interaksi sosial
manusia diberi tanggung jawab, ia disamping memiliki hak juga memiliki
kewajiban, dituntut adanya pengabdian dan pengorbanan.
Seseorang
mau bertanggung jawab karena adanyakesadaran atau adanya keinsyafan atau
pengertian atas segala perbuatan atau akibat dari atas kepentingan pihak lain.
Kesadaran itu atau keeinsyafan atau pengertian bersumber pada unsur-unsur
budaya dalam diri manusia.
Timbulnya
tanggung jawab justru karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam
lingkungan alam. Manusia tidak boleh berbuat semaunya, segala apa yang akan
dilakukannya terikat oleh norma, manusia menciptakan keseimbangan , keserasian,
keselarasan antara sesama manusia dan antara manusia dengan lingkungannya.
Tanggung
jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian hidup manusia, bahwa
setiap manusia dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung
jawab maka ada pihak lain, yang memaksakan tanggung jawab itu. Apabila dikaji,
tanggung jawab itu adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi
sebagi kaibat dan perbuatan pihak lain, atau sebagai pengabdian, pengrbanan
pihak lain.
B.
Tanggung
Jawab
1. Pengertian
Tangguang Jawab
Penegrtian tanggung
jawab menurut ensiklopedi umum adalah “kewajuban dalam melakukan tugas
tertentu”. Menurut Wjs. Poerwodarminto, tanggung jawab adalah: suatu yang
menajdi kewajaban (keharusan) dilaksanakan, dibahas dsan sebabainya. Sedangkan
menurut Drs. Suyadi Mp dalam bukunya
ilmu budaya dasar, menyatakan: tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan
tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja, tanggung
jawab juga bebrati sebagai perwujudan akan kewajiban.
Adanya defenisi lain dalam kasus bahasa
inggris dimana tanggung jawab responsibility = having the character of a free moral agent
capable of sanction or consequences.
Defenisi
tersebut memberikan penegrtian yang dititik beratkan kepada:
a. Harus
ada kesanggupan untuk menempatkan sikap terhadap sesuatu perbuatan.
b. Harus
ada kesanggupan untuk memiliki resiko dan sesuatu perbuatan.
Dari
segi filsafat, suatu tanggung jawab itu paling sedikit didukung oleh ( tiga)
unsur yaitu:
a. Kesadaran
= cosicuences
Sadar
berisi pengertian : tahu, kenal menegrti dapat memperhitungkan
arti, guna sampai kepada soal akibat dari
pada suatu perbuatan atau pekerjaan yang dihadapi.
b. Kecintaan =
love, affestion
Cinta,
suka menimbulkan rasa kepatuhan, kerelaan dan ksedihan untuk berkorban.
c. Keberanian =
courage, bravery
Berani
berbuat, berani bertanggung jawab. Berani disini didorong oleh rasa keiklasan
tidak bersikap ragu-ragu dan takut terhadap segala rintang yang timbul kemudian
sebagai konsekuensi dari tindak perbuatan.
2.
Macam-macam
Tangung Jawab
Manusia
itu berjuang memenuhi kebutuhan sendiri atau kebutuhan pihak lain. Untuk itu ia
menghindari manusia lain dalam masyarakat atau menhindari lingkunag alam. Dalam
usahanya itu manusia juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut
menentukan yaitu kekuasaan Tuhan. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat
dibedakan menuntut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya. Ats dasar itu
lalu dikenal bebrapa jenis tanggung jawab :
a. Tanggung
jawab terhadap diri sendiri
Tanggung
jawab terhadap diri sendiri memnuntut kesadaran setiap orang untuk memnuhi
kewajiabannya sendiri dalam membanggakan kepribadian sebagai manusia pribadi.
b.
Tanggung jawab
terhadap manusia atau masyarakat
Tanggung
jawab terhadap manusia atau masyarakat menuntut adanya kesadaran untuk memnuhi
kewajiban dalam hubungan hidup bermasyarakat. Kewajiban itu meliputi kewajiban
dalam hubungan antara undividual dengan individu, hubngan antara undividu
dengan masyarakat.
c. Tanggung
jawab terhadap lingkunagn
Tanggung
jawab terhadap lingkungan menuntut kesadaran manusia untuk memenuhi
kewajibannya atau pengorbananya dalam membina dan melestarikan lingkunagn hidup
yang baik, teratur, dan sehat.
d. Tanggung
jawab terhadap Tuhan
Tanggung
jawab terhadap Tuhan menuntut kesadaran untuk memenuhi kewajiban atau pengabdia
terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sebgai mahluk ciptaan Tuhan, manusia berusaha
bersyukur kepada Tuhan atau karunia-Nya menciptakan manusia memberi rezeki
kepadanya. Tanggung jawab itu dapat diketahui wujudnya apabila sudah dinyatakan
dengan perbuatan yang menghasilkan kematangn pribadi itu salah satu disadari
oleh kesadaran artinya sengaja karena dikehendaki. Perbuatan itu berupa
penemuan kewajiban, pengabdian dan pengorbanan. Apabila ada pemenuhan kewajiban,
pengabdian, pengorbana yang menghasilkan suasana kematangan pribadi,
kesimbanagan atau keselarasan antara manusia disitu ada tanggung jawab. Tidak
tanggung jawab atau penyelewengan oleh kesadaran atau tidak kesadaran.
Kesadaran artinya sengaja atau dikehendaki, ketidak sadaran artinya tidak
dikehendaki. Bertanggung jawab berarti memfungsionalkan sifat-sifat manusia
untuk mempertahankan nilai-nilai pribadi yang luhur, serta dapat mendudukan
nilai harga diri manusia sebagai manusia.
3.
Pengabdian
Pengabdian
adalah suatu perbuatan baik yang berupa pikiran pendapat ataupun tenaga sebagai
perwujudan kesetiaan mungkin kepada pemimpin, cintah kasih, sayang, hormat,
atau suatu ikatan dimana semuanya itu dilakukan dengan penuh iklas. Timbulnya
pengabdian pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab :
Dapat
diberi contoh : apabila kita bekerja keras pagi sampai sore dibeberapa tempat,
untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga kita, itu berarti mengabdi kepada
keluarga, karena kasih sayang. Pengabdian kita kepada keluarga, dalam hal ini
dibedakan anatara bantuan dan pengabdian ini dapat beripa penagabdian yang kita
tunukan kepada:
a.
Pengabdian
kepada keluarga
Pada
hakekatnya manusia hidup berkeluarga dan sudah tentu dalam kehidupan keluarga tersebut
didasarkan pada cintah kasih sayang. Pengabdian kepada keluarga ini dapat
berupa pengabdia kepada anak, istri kepada suami dan anak-anaknya, atau
anak-anak kepada orangtuanya.
b.
Pengabdian
kepada masyarakat
Manusia
sebagi anggota masyrakat tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain, setip
orang asing membutuhkan, tolong menolong baik secara sadar maupun tanpa
disadari. Tolong menolong antar individu maupun masyarakat dapat dengan imbalan
atau mungkin tanpa imbalan atau mungkin karena kewajibannya. Oleh sebab itu
oleh temjpat tinggal membawa nama baik pula. Ulah atau tindakan baik buruknya
warga akan menyangkut juga nama baik tempat tinggal dan lingkunghannya.
c.
Pengabdian kepada Negara
Negara
merupakan lembaga masyarakat yang terbesar, sedangkan masyarakat pada
hakekatnya adalah bagian dari suatu bangsa atau negara suatu negara. Karena itu
seseorang wajib mencintai bangsa dan negaranya. Mencintai ini biasanya
diwujudkan dalam bentuk pengabdian.
d.
Pengabdia
kepad Tuhan
Manusia
sebagai mahluk tuhan tidak ada existensinya denagnsendirinya, tetapi keberadaan
didunia ini adalah sebagi makhluk ciptaan Tuhan. Sebagi ciptaan Tuhan sudah
tentu manusia wajib mengabdi kepad Tuhan. Pengabdia berartipenyerahan diri
sepenuhnya kepada Tuhan, dan itu merupakan perwujudan tanggung jawab kepada
Tuhan Yang Maha Esa.
4.
Pengorbanan
Pengrbanan
berasal dari kata korban yang berarti memberi secara ikhlas dalam wujud-wujud
tertentu seperti. Harta, benda, waktu ,tenaga pikiran bahakan mungkin nyawa
demi cintanya atau ikatannyadenag sesuatu demi kesetiaan, kebenaran. Perbedaan
anatara penegrtian pengabdian dan pengorbana tidaklah begitu jelas. Karena adanay
penagbdia tentu ada pengorbana. Antar sesama kawan sulit mengandung arti lebih
rendah tingkatannya. Tetapi kata pengorbana juga diterapkan kepada sesama
kawan. Pengorbanan merupakan akibat dan pengabdian. Pengorbana dapat berupa
harta benda, pikiran,perasaan bahkan dapat juga jiwa. Pengorbana diserahkan
secar ikhlas tanpa pamrih, tanpa perjanjian tanpa ada transaksi kapan saja diperlukan.
5.
Kesadaran
Kesadaran
adalah kinsafan akanperbuatanny.sadar artinya merasa tahu atau ingat ( kepada
keaadaan yang sebenarnya). Keadaan ingat akan dirinya, ingat kembali ( dari
pingsan), siuman (bangun dari tidur), ingat tahu dan mengerti, misalnya rakyat
telah safdar akan politik. Jadi kesadaran adalah hati yang telah terbuka atau
pikiran dan perasaan diman terbuka tentang apa yang telah dikerjakannya. Namun
dalam penegrtian kesadaran dalam hal ini adalah hanyalah dibatasi pada
kesadaran moral ini sanagt penting bagi
kehidupan manusia. Hal ini tidak berarti bahwa kesadaran yang tidak penting
misalnya, kesadaran berpolitik, kesadaran betapa pentingnya setiap orang dapat
membaca, kesadaran mahasiswa kan belajar, kesadaran pergi kekantor tidak
lambat, kesadaran bekerja sebaik-baiknya, dan sebainya. Kesadaran itu juga
penting bagi manusia, karena tanpa kesadaran orang akan mengalami kepincangan
dalam hidupnya. Banyak jenis kesadaran yang dialami oleh manisia. Kesadaran
akan harga diri, kesadaran kan tanggung jawab kepada keluarga, kesadaran
akankewajiban kepada negara, Tuhan dan sebagainya. Kesadarn dan tidak ada
kesadaran ini saling ganti mengisi kehidupan manusia. Oleh karena itu kesadaran
dan tidak kesadaran ini dapatlah dikatan tidak terlepas dari kehidupan manusia,
maka kesadran itu banyak menimbulkan kreatifitas para seniman. Kesadaran moral
amatlah penting untuk diperhatikan, karena pelanggaran norma moral dapat
berakibat merusak nama. Oleh sebab itu kesadaran moral hendaknya dapat dan
perlu dijaga oleh setiap orang. Hal itu tidak berati bahwa kesadaran yang lain
tidak penting.
C.
Contoh
Tanggunga Jawab Dalam Kehidupan
Tanggung
jawab manusia terhadap dirinya sendiri hakekatnya tidak menegenal jenis
kelamin, angka usia, status ataupun kedudkannya. Namun tanggung jawab tersebut
boleh dibilang terkena pada setiap orang. Jadi bersifat universal dan sebagai
manifestasi dan upaya pemenuhan tanggung jawab tersebut manusia berusaha
mencari makan, bekerja, mencari taman, menjaga kesehatan dan lain sebagainya.
Berbiocar tentang tanggung jawab manusia terhadap dirinya sendiri, kita
seringkali tergelitik oleh berbagi cerita tentang anak-anak usia sekolah
terpaksa bekerja keras membanting tulang demi biaya hidup, sekolah, dan demi
cita-citanya.
BAB VIII
MANUSIA DAN PENDERITAAN
A.
Pengantar
Manusia
selama hidupnya perna mengalami perasaan-perasaan yang tidak menyenangkan,
tidak enak rasa sakit dan siksaan ini disebabpkan manusia mempunyai perasaan
dan pikiran. Pada umumnya perasaan-perasaan itu tidak dikehendaki oleh manusia,
toh bila manusia dengan sengaja merasakan suatu yang tidak meneyenangkan
misalnya rasa sakit itupun hanya sementara. Perasaan-perasaan diatas merupakan
rasa dertita atau penderitaan.
Orang-orang
itu dalam keadaan tersiksa. Banayk penagalam kita kasus-kasus dalam kehidupan
atau dalam karya seni yang menggambarakan penderitaan manusia. Antar lain kelaparan kaibat perang, tindakan kaum penjajah diindonesia dulu,
penyakit kanker, penganiayaan. The crisis population commiette pada tahun 1992
perna melaksankan survei penderitaan umat manusia dengan samle banyak negara.
Penderitaan dapat menumbuhkan kreatifitas
dalam karya-karya manusia serta usaha manusia untuk melepaskan
penderitaan. Banyak contoh-contoh yang
dapat dikemukanakan dari penderitaan manusia dalam berbagai bentuk.
B.
Penderitaan
1.
Pengertiasn
Penderitaan
Penderitaan
mempunyai kata dasar derita yang berasal dari kata dhara (bahasa sansekerta) ,
yang berarti menahan atau menaggung. Penderitaan adalah beban phisik atau jiwa
manusia yang dapat menekan diri manusia. Penadapat Franklien J. Meine
menyatakan bahawa penderitaan (suffering) adalah keadaan yang berhubungan
dengan rasa sakit, tak meneyenangkan hati, menderi rugi, dan suka menderita.
Penderiataan
manusia dalam kehidupan dapat disengaja atau tidak sengaja. Bagaimana
penderitaan itu tidak menyatakan, toh pada manusia yang secara sengaja untuk
merasakan penderitaan. Misalanya sengsara dilakukan orang India dengan
menayakiti tubuhnya sendiri sebagai pengalaman ketaatan jiwa untuk memperoleh
kebahagiaan setelah mati.
1. Gangguan pengamatan
Gangguan
pengamatan merupakan kesalah-kesalahan alam menggolongkan hasil-hasil
pengamatanmanusia terhadap dunia sekitar. Gangguan pengamatan meliputi :
a. Astenia
b. Agnosia
c. Ilusi
d. Hallusinasi
e. De
Ja Vu
f. Jamais
Vu
g. Isomnia
2.
Gangguan fungsi-fungsi
Jiwa
Gangguan
fungsi-fungsi jiwa merupakan kesesatan-kesesatan yang trejadi dalam
fungsi-fungsi jiwa. Gangguan fungsi-fungsi jiwa antara lain :
a.
Gangguan pikiran
b.
Gangguan ingatan
c.
Gangguan kesadaran
d.
Histeria
e.
Gangguan fantasi
3.
Sakit hati
Sakit
hati bermacam-macam penyebabnya serta bermacam-macam pula jenisnya dan
sifatnya. Orang sakit hati akan berpikir terus dan akibatnya dapat menyebabkan
sakit phisik. Manusia dapat menderita sakit hati karena setiaporang merasa
mempunyai harga diri dan rasa iri serta dengki. Bila harga dirinya diremehkan
oleh individu lain, menyebabkan sakit hati. Misalnya diejek,tidak
diperdulikan,dicacimaki. Orang bilang dia sudah tidak dimanusiakan artinya
nilai-nilai kemanusiawiannya dianggap tidak ada. Seorang dapat timbul rasa iri
terhada kelebihan yang dimiliki orang lain, misalnya keirian akan jabatan,
harta kekayaan, kecantikan.
4.
Siksaan
Siksaan
merupakan sesuatu yang mengerikan. Karena kita membayangkan tindakan pihak yang
kuat yang semena-mena terhadap golongan lemah yang tidah berdaya. Siksaan
sering menggunakan alat penyiksa yang menyayat hati. Siksaan dapat terjadi
didunia maupun diakhirat yang disebabkan kesalahan, ketidakberdayaan atau
dosa-dosa manusia.
Kita
dapat membayangkan penyiksaan didunia yang dilakukan oleh orang yang mempunyai
sifat bengis, sadis, beringas dalam menghadapi mangsanya yang sudah tidak
berdaya. Dia memperlakukan individu sangat diluar batas kemanusiaan. Dimana hak
dan nilai kemanusiaan di injak-injak. Manusia dianggap sebagai hewan atau benda
lain yang hanya dijadikan obyek saja.
Dalam
kehidupan sehari-hari di zaman modern ini masalah siksaan tidakl kalah hebatnya
dengan zaman dahulu. Ternyata jiwa manusia mudah kesetanan tak peduli dengan
zaman modern dalam teknologi yang perlakuaannya segera disiarkan kepenjuru
dunia, dia tetap melakukan sadis dan kejam.
5.
Neraka
Siksaan
yang lebih mengerikan lagi adalah siksaan di akhirat yang sering disebut
siksaan kubur. Dalam kitab-kitab suci agama disebutkan dalam firmanNya tentang
adanya kehidupan dialam baka (kelanggengan). Dimana dalam kehidupan ini manusia
ditentukan oleh perbuatan baik atau buruk, pahala atau dosa ketika hidup
didunia fana. Sehingga manusia masuk dala kehidupan surga atau neraka.
Kehidupan di surga manusia. Misalnya bencana kelaparan, wabah penyakit,
gangguan keamanan, kecelakaan dan lain-lain.bahkan penderitaan berasal dari
ulah manusia itu sendiri atau kesembronoan manusia, baik tindakaan manusia
terhadap manusia lain atau terhadap lingkungan non manusia. umber penderitaan.
Manusia
sebagai makhluk hidup mempunyai banyak dimensi yang semua dimensi merupak satu
kesatuan utuh. Ini menurut pandangan monoplurarisme, yang memandang manusia
mempunyai banyak aspek sebagai satu kesatuan yang monodualis. Manusia mempunyai
dimensi-dimensi kebendaan (alam), individu, sosial,jiwa, Tuhan dan sebagainya.
Dimensi-dimensi
diatas menimbulkan berbagai kebutuhan manusia, untuk memenuhi berbagai
dimensinya ini dapat ditunjukan semakin banyak jenis-jenis kebutuhannya.
Seperti Abraham Maslow merinci kebutuhan manusia kedalam delapan (8) macam
secara bertingkat. Sehingga kebutuhan manusia cukup dibedakan antara kebutuhan
phisik, kebutuhan psikis, dan kebuuhan sosial.
1. Kebutuhan
phisik (basic needs) meliputi makan, minum, bernafas, pakaian, tempat tinggal,
seks, kesehatan, dan sebagainya
2. Kebutuhan
psikis (psichologizal needs) meliputi keindahan, kenikmatan, moral, ilmu
pengetahuan, religious dan sebagainya.
3. Kebutuhan
sosial (social needs) meliputi pergaulan, kekeluragaan, persahabatan,
berkelompok, berkomunikasi dan sebagainya.
Setiap
manusia mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhannya. Menurut Abraham Maslow
bahwa manusia mempunyai dorongan (motivasi) yang paling mendasar yaitu dorongan
untuk memenuhi kebutuhan phisik atau basic needs, baru kemudian secara
bertingkat tumbuh dorongan
untuk memenuhi kebutuhan lainnya yang lebih tinggi. Kadang kala antara
keinginan pemenuhan kebutuhan tidak sesuai dengan kemampuan dirinya dan
faktor-faktor pendukung luar. Ketidaksesuaian tersebut manusia akan mengalami akan
menghadapi penderitaan. Tidak menutup kemungkinan penderitaan manusia disebabkan faktor diluar dirinya.
Penderitaan
yang bersumber pada orang lain (sosial) disebabkan manusia mengalami hambatan
kegagalan hubungan sosial antara manusia misalnya ketersaingan, ancaman sosial,
penindasan, ekploitasi tenaga manusia. Penderitaan pada salah satu sumber
diatas akan mempengaruhi yang lain, sehingga menyebabka penderitaan manusia sebagai makhluk monopluralis. Seorang
jejaka yang ditolak cintanya dan gadis idolanya dalam pergaulan menjadikan dia
kecewa dan sakit hati, kemudian tidak berselera makan mengalami kelaparan dan
sakit jasmania yang akan mengancamnya. Ini merupakan contih sebagai satu
kesatuan dimensi dalam hubungannya dengan penderitaan.
Keadaan seseorang jejaka diatas menunjukan
hubungan antara interaksi jiwa dengan raga yang sering disebut psikosomatris.
Dalam pandangan filsafat orang Jawa keduanya digambarkan seperti curigo manjing
warongko, warongko manjing curiga atau loro-loronya atunggal.
Apabila
dikelompokan secara sederhana berdasarkan timbulnya penderitaan manusia itu
dapat diperinci sebagai berikut :
a. Penderitaan
yang timbul akibat perbuatan buruk manusia
b. Penderitaan
karena penyakit
c. Penderitaan
akibat siksaan atau azab Tuhan
2.
Rasa
Sakit
Rasa
sakit merupakan bagian dan penderitaan manusia. Rasa sakit adalah rasa tidak
enak bagi penderitanyarasa sakit dapat ditimbulkan karena adanya gangguan pada
organ tubuh manusia atau karena suatu penyakit. Rasa sakit dan penyakit tidak
dapat dipisahkan dari kehidupan manusia sehari-hari. Rasa sakit dan penyakit
dapat menyerang manusia baik kaya maupun miskin, muda maupun tua, laki-laki
juga perempuan.
Secara
biologis penyakit merupakan ketidaknormalan atau kurangnya fungsi-fungsi organ
dan sel-sel manusia. Ketidaknormalan fungsi jantung menyebabkan penyakit
jantung, ketidaknormalan fungsi sel-sel otak bisa jadi sakit ingatan atau
mental.
a.
Sakit
phisik
Rasa
sakit phisisk adalah perasaan tidak enak pada organ manusia. Dimana organ tubuh
manusia yang mengalami sakit dapat diperiksa (diamati) secara jelas melalui
cara medis kedokteran. Sehingga rasa sakit ini dapat menimbulkan penyakit
phisik. Pada jaman modern seperti dewasa seperti ini ternyata menunjukan
perkembangan pesat dalam penyembuhan penyakit. Meskipun dipihak lain munculnya
berbagai penyakit baru, misalnya penyakit tumor, kanker yang tidak mudah
penyembuhannya.
b.
Sakit
syaraf dan jiwa
Sakit
syaraf dengan sakit jiwa dipandang masyarakatdigambarkan suatu kehidupan yang
penuh kenikmatan seperti disediakan tempat tidur yang serba empuk dihiasi emas
dibawahnya mengalir air susu.
6.
Cara
Menghadapi Penderitaan
Setiap
orang yang menghadapi penderitaan akan berusaha untuk melepaskan dirinya dari
penderitaan. Seorang pencuri yang tertangkap kemudian ditahan polisi, akan
melepaskan diri dari tahanan bila dijaga. Bukti lain menunjukan dengan kasus
pelarian tiga nara pidana dari lembaga pemasyarakatan Wirogunan Yogyakarta
tahun 1990, para pahlawan kita rela berkorban jiwa raganya untuk melepaskan
penderitaan rakyat dari cengkeraman kolonial di Indonesia sebelum merdeka.
Sikap-sikap
positif mengarah pada perbuatan-perbuatan terpuji dalam menghadapi penderitaan
atau dengan mencari konpensasi yang positif, manusia akan penuh kepercayaan
diri dan dengan ketabahan hati dalam menghadapi penderitaan, yang diwujudkan
dalam bentuk perbuatan penyesalan, bertaubat dihadapan Tuhan Yang Maha Esa.
Disamping itu manusia, mencari jalan keluar dengan inisiatif positif untuk
melepaskan penderitaan atau dengan menemukan kompensasi kearah pengembangan
diri.
Dengan
demikian cara menghadapi penderitaan dengan sikap positif dapat dilakukan
dengan cara dibawah ini :
1. Penyesalan
perbuatan
2. Bertaubat
dihadapan Tuhan Yang Maha Esa
3. Inisiatif
4. Kompensasi
5.
C.
Contoh
Dalam Kehidupan
1. Banyak
ancaman penderitaan yang dialami manusia. Sungguh Tuhan Mahakuasa. Derita
menimpa orang tak memilih; siapa saja kalau Tuhan ingin menimpakan tak dapat
ditolak, seperti halnya pesawat fokker 28 milik Garuda di Branti, Tanjung
Karang, Lampung.
BAB IX
MANUSIA DAN KEGELISAHAN
A.
Pengantar
Kegelisahaan
berasal dari kata “gelisah”, artinya rasa tidak tentram hati, tidak tenang,
tidak sabar lagi, merasa cemas dan khawatir. Kegelisahan hanya dapat diketahui
dari gejala tingkah laku atau gerak-gerik seseorang dalam situasi tertentu.
Gejala tingkah laku atau gerak-gerik itu umumnya lain dari biasanya,misalnya
berjalan mundar mandir dalam ruang tertentu sambil menundukan kepala; duduk
termenung sambil memegang kepalanya; duduk dengan wajah murung atau sayu, malas
berbicara; duduk, berdiri sambil menggelengkan kepala dan lain-lain.
Suami
istri yang baru berumah tangga pindah rumah di tempat yang baru, tidak mau
kenal dengan tetangga sekitarnya, bersikap acuh tak acuh, berbicara terlalu
dilebih-lebihkan, angkuh, sombong. Pada waktu ulang tahunnya, suami istri ini
mengadakan pesta makan malam dan mengundang orang-orang tertentu saja yang
dianggap setara dengan mereka. Ketika pesta malam itu tiba, tepat jam tujuh
malam semua hidangan telah disajikan,. Tetapi sampai pukul sembilan malam tak
seorangpun yang datang. Istri duduk termenung sambil memandang makanan
berserakan dimeja makan, sedangkan suami mondar-mandir sekitar meja makan
sambil sesekali memandang arah pintu. Ia gelisah, istrinya gelisah, mereka
merasa terasing dari dari masyarakat lingkungannya.
Kegelisahan
artinya keadaan perasaan yang tidak tentram, keadaan perasaan tidak tenang,
keadaan perasaan yang tidak sabar lagi, keadaan perasaan yang cemas dan
khawatir. Kegelisahaan merupakan gejala universal, yang ada pada manusia
mamapun. Kegelisahan bersumber pada unsur rasa dalam diri manusia. Jadi,
bersifat psychologis / kejiwaan.
B.
Kegelisahaan
1. Jenis-jenis
kegelisahan
Sigmun
Freud membedakan kegelisahan menjadi tiga macam, yaitu :
a. Kecemasan
Obyektif
b. Kecemasan
Neurotik
c. Kecemasan
Moral
2. Ketidak
pastian
Ketidak
pastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan,
tidak tahu, keadaan tanpa ada arah yang jelas, keadaan tanpa asal usul yang
jelas. Keadaan ini semacam lebih kuat tertuju kepada status, nama baik, martabat
seseorang yang menyentuh nilai kemanusiaannya, sehingga dirasakan akan
merugikan haknya.
Ketidak
pastian kapan berakhir perang Labinon,membuat rakyat gelisah terus menerus,
rakyat merasa tidak tentram, merasa tidak menentu apa yang akan di perbuat. Harta
mereka, jiwa mereka, martabat mereka, hak-hak asasi mereka terancam. Ketidak
pastian ini menyentuh nilai-nilai kemanusiaan.. mereka mengalami kerugian
material dan spiritual. Ketidak pastian kapan perang akan berakhir membuat
rakyat tidak leluasa mencari nafkah, tidak leluasa memperoleh pendidikan.
Setiap langkah dirasakan khawatir.
3. Keterasingan
Keterasingan
berasal dari kata “terasing” artinya tersisih, terpisah, terpencil, dari
pergaulan masyarakat baik-baik. Keterasingan artinya keadaan membuat tersisih.
Terpencil dari pergaulan masyarakat baik-baik. Yang menyebabkan orang tidak
dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan
yang ada pada diri sesorang, sehingga ia tidak dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam masyarakat.
Keterasingan
yang dipaksakan oleh manusia lain dalam masyarakat misalnya tidak simpati,
tidak mau berurusan, tidak mau mendekati, tidak memperdulikan, memboikot,
bahkan mengisolasi si pelaku. Apabila dengan perilaku masyarakat ini masih
tidak mapan menyadarkan si pelaku itu, maka keterasingan itu dapat dipaksakan
oleh institusi yang diciptakan masyarakat, misalnya pengadilan.
4. Kesepian
Kesepian
berasal dari kata “sepi” artinya sunyi tidak ada orang, tidak ada apa-apa,
kesepian artinya kesunyian merasa sunyi, merasa tidak berteman, merasa tidak
didampingi orang, merasa tidak punya apa-apa. Kesepian membuat manusiagelisah,
karena menyentuh nilai-nilai kemanusiaan, harta dan martabat manusia. Kesepian
yang dimaksud disini adalah kesepian dalam arti psikologis yang dalam, yang
sangat berpengaruh pada jalan hidup manusia.
Kesepian
dikatakan berpengaruh pada jalan hidup manusia, karena manusia merasa terancam
hak kodratnya sebagai manusia, sehingga ia merasa takut atau khawatir akan
kehilangan atau tidak memperoleh sesuatu dalam hidupnya. Misalnya pria/wanita
yang khawatir tidak memperoleh jodohnya dalam hatinya sepi karena tidak ada
yang mengisinya, tak ada yang mendampinginya. Misalnya lain lagiseorang gadis
merasa kesepian apabila kekasihnya tidak berada disampingnya untuk beberapa
saat tidak berjumpa. Hatinya selalu gelisah, tidur tak nyenyak, makan tak enak.
BAB X
MANUSIA DAN HARAPAN
A.
Pengantar
Setiap
manusia yang normal mempunyai cita-cita atau harapan dalam hidupnya. Ini
berarti bahwa ia ingin hidup dengan segala kesadaran ingin membina hidupnya
agar selalu meningkat martabatnya. Dalam istilah Teknis Psikologis hal itu
disebut “merealisasikan” diri (self relazation), artinya manusia berusaha
mengembangkan dirinya, sehingga hidupnya selalu meningkat dan lebih baik serta
dapat membantu memperkaya lingkungannya.
Sebagai
warisan sosial suatu masyarakat, cara-cara hidup yang turunakan memberikan perangkat-perangkat
kemampuan (skills) untuk menjalankan kehidupan tetapi juga perangkat rencana
bagi hubungan antar manusia. Setiap cara hidup memiliki asumsi mengenai tujuan
keberadaan manusia itu sendiri, tentang apa yang bisa diharapkan manusia satu
sama lain dan dari Yang Maha Kuasa.
B.
Pokok
Bahasan
1.
Kebutuhan
Dan Harapan
Selama
masih hidup, semua orang selalu ada perasaan berharap. Tercapaina keinginan
seseorang dapat ditempuh melalui beberapa macam cara, baik yang negatif maupun
positif dalam arti tidak melanggar norma-norma agama, hukum , maupun
norma-norma masyarakat. Manusia yang tanpa harapan berarti manusia hidup dalam
keadaan mati, sedangkan orang yang akan meninggal pun kadang-kadang
mempunyaiharapan dan biasanya berupa pesan-pesan kepada keluarga atau
orang-orang yang paling dekat dihatinya. Contoh lain = seorang staf karyawan
rajin sekali tidak seperti sebelumnya pada saat-saat menjelang kenaikan pangkat
atau promosi, dengan harapan tidak akan memperoleh kesulitan.
Perbuatan
atau tindakan yang mengandung motif, merupakan tindakan yang mempunyai
pengharapan, artinya bahwa tindakan-tindakan itu ditunjukan pada suatu titik
sasaran akhir, yaitu suatu hasil sebagai imbalannya, imbalan dari segala usaha,
jerih payah yang telah dilakukannya. Mengenai kebutuhan individu, dapat sebagai
berikut :
a. Kebutuhan
Organik individu, meliputi :
1. Makan
dan minum
2. Istirahat
dan tidur
3. Sex
4. Keseimbangan
suhu
5. Bernafas
6. Buang
hajat
7. Dan lain-lain
b. Kebutuhan
psikologis individu, meliputi :
1. Bersantai
2. Kemesraan
dan bercinta
3. Kepuasan
aturuistik
4. Kepuasan
ego
5. Kehormatan
6. Kepuasan
dan kebanggaan mencapai tujuan
7.
Dan lain-lain
2.
Percaya
Diri
Kemampuan
yang mendukung usaha atau perjuangan itu membangkitkan sikap “percaya diri”.
Kemampuan itu meliputi kemampuan pikiran dan kemampuan pisik. Kemampuan pikiran
berhubungan dengan kemampuan yang diperoleh melalui pendidikan, sehingga dapat
meramalkan dan merencanakan usaha yang akan dilakukan. Kemampuan fisik
berkenaan dengan tenaga, baik tenaga sendiri maupun tenaga bantuan orang lain,
dengan menggunakan alat bantu maupun tidak menggunakan alat bantu (teknologi).
Kemampuan
dan sikap percaya diri membuat manusia kreatif. Imajinatif penuh inisiatif.
Sikap percaya diri ini menebalkan iman manusia kepada Tuhan, apabila kalau
harapan itu terkabul atau berhasil. Tetapi kadang-kadang lain. Setelah
harapannya tercapai, manusia lupa diri, takabur dan bahkan ingkar dengan
kekuasaan Tuhan, dan sesumbar bahwa keberhasilan itu karena usaha sendiri.
Sikap
percaya diri menimbulkan keyakinan yang mantap, bahwa usaha yang dilakukan itu
benar. Tetapi kebenaran yang dimiliki manusia itu relatif, hanya kebenaran
Tuhanlah yang mutlak.
3.
Gairah
Mengatasi Kesulitan
Harapan
selalu dilatar belakangi oleh masalah kehidupan, fokusnya adalah kebutuhan
hidup. Harapan pada dasarnya menginginkan kemakmuran dan kebaikan yang
dapatterwujud apabila disertai dengan usaha, sebab tidakl semua harapan dapat
tercapai mulus, tetapi banyak rintangan dan hambatan yang menghadang
dihadapannya
Cara
meningkatkan kemampuan ini ialah :
1. Banyak
informasi tentang keberhasilan orang-orang tertentu
2. Banyak
berkomunikasi, bekerja sama dan ikut serta dengan orang-orang yang telah
berhasildalam usahanya untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan yang dapat
dicontoh, sehingga memberi harapan
3. Mendengarkan
dan menghayati nasehat-nasehat yang kontruktif yang mengandung nilai-nilai
moral yang mempertebal keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga dapat
memberi arah pada kehidupan yang lebih baik dan memberi harapan.
DAFTAR PUSTAKA
Sudibyo,
Lies MH, dkk. 2013. Ilmu Social Budaya
Dasar. Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET
Tidak ada komentar:
Posting Komentar