Rabu, 23 November 2016

Pertanyaan :
1. Sebutkan dan jelaskan macam tipe kelompok sosial budaya ?
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kodrat manusia !
3. Sebutkan macam atau jenis tanggung jawab?
4. Sebutkan dan jelaskan dari tiga macam cinta !
5. Sebutkan contoh faktor yang menyebabkan manusia selalu hidup bermasyarakat !

Selasa, 15 November 2016

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Ilumu Sosila Budaya Dasar Sebagi Komponen MBB

Ilmu budaya dasar (ISBD) adalah salah satu mata kuliah kelompok matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di Perguruan Tinggi. Visi kelomppok MBB di Perguruan Tinggi merupakan sumber nilai dan pedoman bagi penyelenggaraan program study gun menagantarkan mahasiswa memantapkan kepribadian, kepekaan sosial, kemampuan hidup bermasyarakat, pengetahuan tentang pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup, dan mempunyai wawasan tentang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Misi kelompok MBB di Perguruan Tinggi membantuh membunuh kembangakan : daya kritis, daya kreatif, dan kepekaan mahasiswa terhadap nilai-nilai sosial yang :
1.      Bersifat demokratis, berkeadaban, dan menjunjung tinggi nilai kemanusian, bermartabat serta peduli terhadap pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup.
2.      Memiliki kemampuan untuk memiliki dasar-dasar ilmu penegetahuan, teknologi, dan seni serta
3.      Ikut berperan mencari solusi pemecah masalah sosial budatya dan lingkungan hidup secara arif.
Didalam kurikulum, ISBD masuk dalam kelompok bahan kajian yang diperlukan untuk memahami kaidah berkehidupan bermasyrakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya. Lulusan PT harus memiliki 3 kemampuan :
a.       Kemampuan akademik : kemampuan berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tulisan, menguasai peralatan analisis, berfikir logiss, kritis, sistematik dan analitik, mampu merumuskan dan memecahkan masalah.
b.      Kemampuan profesional : kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan.
c.       Kemampuan personal : kemampuan personal adalah kemampuan kepribadian, dengan pengetahuan mampu menunjukan sikap, tingkah laku, dan tingkah yang mencermikan kepribadian Indonesia, memahami nilai-nilai keagamaan, mempunyai kepekaan terhadap berbagai masalah. ISBD sebagai integrasi dari ISD dan IBD memberi dasar-dasar penegtahuan sosial dan konsep-konsep budaya kepada mahasiswa, sehingga diharapkan mampu mengkaji masalah sosial, kemanusiaan, dan budaya, sehingga diharapkan mahasiswa peka, tanggap, kritis serta berempati atas solusi pemecah masalah sosial dan budaya secara arif.

B.     Masalah-masalah Sosila Budaya Masyarakat
Masalah-masalah sosial telah menanti menghantui manusia sejak adanya peradaban manusia karena dianggap sebagai penggangu kesejahteraan hidup mereka sehingga merangsang warga masyarakat untuk mengidentifikasi, menganalisis, memahami, dan memikirkan cara-cara untuk mengatasinya. Di masa lampau, pada waktu belum ada ahli-ahli sosial warga masyarakat umumnya peka terhadap masalah sosial adalah para ahli filsafat, para ahli dan pemuka agama serta para ahli politik dan kenegaraan.
Masalah-masalah sosial dapat didefenisiskan sebagai suatu kondisi yang mempunayi pengaruh terhadap kehidupan sebagian besar masyarakat sebagai suatu yang tidak diinginkan atau disukai dan karenanya dirasakan perlunya untuk diatasi atau diperbaiki. Sebagai masalah sosial dikota-kota, karena menjadi sumber dari berbagai kekacauan lalu lintas yang akan menjadi sumber utama kejahatan yang mudah terjadi.

C.    Ruang Lingkup Ilmu Sosial Budaya Dasar

                        Untuk dapat memahami posisi Ilmu Sosial Budaya Dasar dalam ilmu penegtahuan, ada baiknya perlu dipahami terlebih dahulu pengelompokan ilmu pengetahuan menurut Prof, Dr. Harsja Bachtiar ( dalam Abdulkadir, Muhammad, 2005:1) yang mengelompokan ilmu dan pengetahuan menjadi 3 (tiga) yaitu :
1.      Ilmu-ilmu Alamiah (natural sciences)
2.      Ilmu-ilmu sosial (natural sciences)
3.      Pengtahuan budaya (The Hunamities)

Ilmu –ilmu alamiah bertujuan untuk mengetahui keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Hasil penelitiannya adalah 100% benar atau 100% salah. Yang termasuk kelompok ini adalah astronomi, fisika, kimia, biologi, matematika, kedokteran, dan lain-lain.
Ilmu-ilmu sosila bertujuan untuk menegtahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah dengan meminjam  dari ilmu-ilmu alamiah, tetapi hasilnya tidak mungkin 100% salah atau 100% benar. Termasuk dalam kelompok ini antara lain : ekonomi, sosiologi, politik, demografi antropologi sosial.
Pengetahuan budaya bertujuan memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang bersifat unik, kemudia diberi arti. Peristiwa dan pernyataan yang dimaksudkan biasanya terdapat dalam tulisan-tulisan. Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode ilmiah, tetapi mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah.
Ilmu sosial budaya dasar adalah bertujuan mengembangkan kepribadian manusia sebagai mahluk sosial dan sebagai mahluk budaya yang berwawasan luas dan kritis serta dapat menyelesaikan sebuah masalah dengan baik, memahami konsep dasar tentang manusia sebagai mahluk sosial. Manusia sebagai mahluk bebudaya        ( homo humanus) artinya, manusia itu mahluk ciptaan Tuhan yang Maha Esa yang paling sempurna, karena sejak lahir sudah dibekali dengan unsur akal (ratio), rasa        ( sense) yang membedakannya dengan mahluk lainnya.






BAB II
KELOMPOK SOSIAL BUDAYA

A.    Pengertia Sosial Budaya
Istilah sosial budaya merupakan bentuk gabungan dari istilah sosial dan budaya. Sosial dalam arti masyarakat, budaya atau kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta mayarakat. Oleh karena itu landasan pemikiran tersebut, maka pengertian sistem sosial budaya Indonesia dapat dirumuskan sebagai totalitas tata nilai, tata sosial, dan tata laku manusia indonesia yang merupakan manifestasi dari karya, rasa dan cipta didalam kehiupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara berdasarkan pancasila dan Undang Undang Dasar 1945. Dalam hubungan ini pengertian sosial budaya mencakup dari dua segi utama kehidupan manusia.
1.      Segi kemasyarakatan
Manusia demi kelangsungan hidupnya harus mendengar kerjasama dengan manusia lainnya. Pengertian kemasyarakatan pada hakikatnya adalah merupakan pergaulan hidup manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang mengandung nilai-nilai kebersamaan, senasip, sepenanggungan dan solidaritas yang merupakan unsur pemersatu kelompok sosial.
2.      Segi kebudayaan
Kebudayaan merupakan totalitas cara hidup yang memanifestasinya tampak dalam tingkah laku yang terlembagakan.
B.     Bentuk Sosial Budaya
Bentuk sosial budaya, artinya setiap kelompok sosial budaya mempunyai batas-batas yang telah ditentukan berdasarkan tipe kelompok, yang membedakannya dengan kelompok lain, tipe kelompok tradisional alamiah didasarkan pada kesatuan geografi, ikatan perkawinan, dan hubungan darah, sedangkan kelompok modern didasarkan pada kepentingan yang sama dan keahliah profesional. dengan  demikian ada 4 (empat) macam kelompok tipe sosial budaya yaitu:
1.      Tipe kelompok sosial budaya berdasarkan kesatua geografis, seperti kota, desa, daerah aliran sungai, daerah pantai dan daerah pegunungan.
2.      Tipe kelompok sosial berdasarkan ikatan perkawinan dan hubungan darah, seperti keluarga dan keluarga besar.
3.      Tipe kelompok sosial budaya berdasarkan kepentingan yang sama, seperti koperasi lembaga swadaya masyarakat, dan yayasan.
4.      Tipe kelompok sosial budaya berdasarkan kesaksian profesional, seperti kelompok profesi dan kelompok pengusaha.

C.    Tujuan Sosial Budaya
Berdasarkan hakikat keilmuan, maka tujuan ilmu sosial budaya dasar sebagai bagian dari kehidupan bermasyrakat adalah :
a.       Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia sebagai individu dan mahluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
b.      Menimbulkan sikap kritis, peka, dan arif dalam memahamai keragaman, kesedrajatan, dan kemartabatan manusia dengan landasan nilai estetika,etika, dan moral dalam kehidupan bermasyrakat.
c.       Memberikan landasan dan wawasan penegtahuan yang luas serta kenyakinan kepada mahasiswa dan mahluk sosial yang beradab dalam mempraktekan pengetahuan akademik, dan keahliannya serta mampu memberikan problem olving sosial budaya secara bijaksana.
Ilmu sosial budaya dasar selalu membantu perkembangan wawasan pemikiran yang lebih luas dan ciri-ciri kepribadian yang diharapkan dari setiap anggota golongan pelajar Indonesia khususnya berkenaan dengan sikap dan tingka laku serta pola pikir manusia dalam menghadapi manusia lain termasuk pola sikap, dan tingkah laku  serta pola pikir manusia terhadap manusia yang bersangkutan. Ada 2 (dua) permasalahan yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup permasalahn, yaitu :
a.       Adanya berbagai aspek pada kenyataan-kenyataan yang sama-sama merupakan suatu masalah sosial, biasa ditanggapi dengan pendekatan yang berbeda oleh bidang-bidang penegtahuan keahlian yang berbeda-beda sebagi pendekatan tersendiri maupun gabungan.
b.      Adanya keanekaragaman golongan dan satuan sosial dalam masyarakat yang masing-masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku sendiri, tetapi ada juga persamaan kepentingan kebutuhan serta persamaan dalam pemikiran dan pola tingkah laku yang menyebabkan adanya pertentangan-pertentangan maupun hubungan-hubungan kesetiakawanan dan kerjasama dalam masyarakat.
Berdasarkan ruang lingkup kajian sebagaimana tersebut diatas kiranya masih memerlukan penjabaran lebih lanjut untuk bisa dioperasikan kedalam pokok pembahasan dan sub pokok pembahasan :
a.       Mempelajari dan menyadari adanya berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat kebudayaan.
b.      Mempelajari dan menyadari adanya masalah-masalah individu, keluarga, dan masyarakat.
c.       Mengakaji masalah-masalah kependudukan dan sosialisasi serta menyadari identitasnya sebagai pemuda dan mahasiswa penerus bangsa dan bernegara.
d.      Mempelajari hubungan antara pelapisan sosial dan persamaan derajat.
e.       Mempelajari masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
f.       Mempelajari dan menyadari adanya pertentangan–pertentangan sosial bersama dengan adanya integrasi masyarakat.
g.      Mempelajari usaha pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh manusia untuk memanfaatkan kemakmuran dan pengurangan kemiskinan.
h.      Mempelajari usaha pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh manusia untuk memanfaatkan kemakmuran dan pengurangan kemiskinan.
i.         
D.    Perkembangan Sosial Budaya Indonesia
Kebudayaan itu telah mengalami proses perkembangan secara bertahap dan berkesinambungan yang kita konsepkan sebagai evolusi kebudayaan. Evolusi kebudayaan ini berlangsung sesuai dengan tantangan hidup dari waktu ke waktu. Masa dalam kehidupan manusia dapat kita bagi dua, yaitu masa prasjarah (masa sebelum masa sejarah) dan masa sejarah ( masa manusia mengenal manusia lain). Ada dua produk revolusionel hasil dari akal manusia dalam jaman prasejarah ayitu :
1.      Penemuan roda untuk transportasi
2.      Bahasa
Bahasa adalah suara yang diteriman sebagi cara untuk menyampaikan pikiran seseorang kepada orang lain.
 Mengenai masalah prasejarah ini, ada dua pendekatan untuk membagi zaman prasejarah, yaitu :
1.      Pendekatan berdasarkan hal teknologi
2.      Pendekatan berdasarkan model sosila ekonomi atau mata pencarian hidup
Peradaban merupakan tahap dari evolusi yang telah berjalan terhadap dan berkesinambungan, memperlihatkan karakter yang khas pada tahap tersebut, yang dicirikan pada kualitas tertentu dari unsur budaya yanhg menonjol, meliputi tingkat ilmu penegtahuan, seni, teknologi dan spiritualitas yang tinggi. Lahirnya peradaban barat dieoropa dimuali dengan adanya revolusi pemikiran. Penemuan kompas magnetik menyebabkan kapal laut dapat melintas dilembah sungai Nil tidak hanya menghasilkan kemajuan dibidang teknologi, tetapi juga dibidang sosial, misalnya dalam mata pencarian hidup. Hasil pertanian Mesir adalah gandum, sekoi atau jamaut dan selai yaitu padi-padian berbiji keras seperti jagung.
 Perhitunagn ini sama dengan kelender yang kita gunakan sekarang yang disebut syamsiah (sistem solar). Sedangkan dalam hal budaya tulis, masyarakat mesir mengenal bentuk tulisan yang disebut meroglif bentuk gambar. Tulisan hieroglif ditemukan didinding piramida, tugu obelisk maupun dari papirus. Tulisan hieroglif berkembang menjadi lebih sederhana yang kemudia lebih dikenal dengan tulisan hieratik dan demotik. Demotik adalah tulisan rakyat yang digunakan untuk urusan keduniaan, misalnya jual beli. Secara kebetulan, pada waktu napoleon menyerbu mesir pada tahun 1799, salah satu angota pasukannya menemukan sebuah batu besar berwarna hitam didaerah rosetta.  



BAB III
PEMUDA DAN SOSIALISASI

A.    Pengertian Pemuda
Secara umum, terdapat pergeseran mengenai konsep pemuda. Pada dua dekade yang lalu, terminologi pemuda selalu memiliki makna ideologis. Pemuda, bukanlah sebuah gugus gagasan yang hana dibatasi oleh persoalan umur semata. Pemuda, sebagai sebuah konsep, memiliki dimensi politis Bennedict Anclerson, misalnya menyebut bahwa definisi “ pemuda “ selalu dikaitan dengan dimensi politik. Sejak dimensi kemerdekaan, pemuda adalah kelompok umur tertentu (15-40 tahun ) yang menghabiskan sebagian besar atau kalau tidak malah semua waktu longgar mereka dalam kegiatan yang sifatnya politis.
Hasil jajak pendapat tersebut menunjukan bahwa dimasyarakat perkotaan indonesia telah muncul suatu generasi muda yang sangat melek dengan perkembangan teknologi dibidang informasi dan telekomunikasi. Tidak hanya melek teknologi dan lebih terbuka, hasil jejak pendapat ini juga mengungkapkan bahwa pemuda saat ini sangat optimis dalam mengahadapi tantangan hidup masa depannya.
Persoalan keuangan dan karir adalah persoalan utama bagi generasi muda saat ini.  Menurut pandangan mereka, sebagian pemuda generasi saat ini bercita-cita ingin menjadi kaya dan terkenal. Selain tantangan berbeda yang dihadapi pemuda sat ini, beragam referensi sebagai dampak dari keajuan teknologi dan luas pergaulan mereka juga memebuat cara pandang dan sikap mereka dalam mengahadi berbagai persoalan yang ada menjadi berbeda. Salah satu dampaknya adalah pemuda saat ini cenderung lebih pragmatis dan kurang peduli terhadap persoalan diluar dirinya.
B.     Pendidikan Karakter
Pendidkan karakter di Indonesia sesungguhnya buka sesuatu yang baru dalam tradisi pendidkan di Indonesia. Beberapa pendidik di Indonesia yang coba menerapkan semangat pendidkan karakater sebagai bentuk kepribadian dan identittas bangsa sesuai dengan konteks dan situasi yang mereka alami antara lain: R.A Kartini, Ki Hajar Dewanra, Soekarno , Hatta, Tan Malaka, Moh. Hatsir, dll. Jika dilihat tujuan utamanya, terlebih dari kacamata sosiologis dan politis, pendikankarakter ( baca : berkepribadian ) terutama merupakan kepentingan negara. Sebab negara berkepentingan agar generasi muda dapat memiliki persiapan yang matang ketika harus masuk dalam kegiatan politis masyarakat secara normal dan wajar tanpa kesulitan.
Pendidkan bisa dikatakan berkarakter apabila melibatkan berbagai macam komposisi nilai ( nilai agama, nilai moral, nilai-nilai umum, dan nilai-nilai kewargaan). Secara detail pendidikan karakter memiliki nilai sebagai berikut:
Nilai keutamaan. Manusia memiliki keutamaan kalau ia menghayati dan melaksanakan tindakan-tindakan yang utama, yang membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain . sejarah mencata, sejak zaman kolonial, bangsa Indonesia menempatkan nilai keutamaan, seperti kesatuan dalam kehidupan bersama sebagai sebuah bangsa sebagai nilai utama yang diperjuangkan.
Nilai keindahan. Pada masa lalu, nilai keindahan ditafsiran terutama pada keindahan fisik, berupa hasil karya seni, patung, bangunan, sastra, dll. Nilai keindahan dalam tataran yang lebih menjadi penentu kualitas dirinya sebagai manusia. Bangsa Indonesia sejak dahulu memiliki rasa religiolitas, rasa seni yang tinggi.
Nilai adil. Jika ingin berbuat adil manusia harus bekerja. Penghargaan atas nilai kerja inilah yang menentukan  kualitas diri seorang individu. Menjadi manusia utama adalah  menjadi manusia yang bekerja. Untuk itu butuh kesabaran, ketekunan, jerih payah. Jika lembaga pendidikan kita tidak dapat menanamkan nilai kerja ini individu yang terlibat didalamnya tidak akan mengembangkan karakter dengan baik.
Nilai cinta tanah air (patriotisme). Pendidikan karakter yang menanamkan nilai-nilai patriotisme secara mendalam tetaplah relevan, mengingat ikatan batin seorang senantiasa terpaku pada tanah tempat kelahirannya, dan ibu pertiwi yang membesarkannya.
Nilai demokrasi. Nilai demokrasi ini mewarisi pendidikan karakter dikota Atena. Dikota Atena dimasa lalu sudah biasa pemandangan para serdadu berkeliaran dengan menenteng senjata. Kebiasaan ini pelan-pelan hilang dan tidak terlihat lagi. Tatanan sosial tidak lagi. Didominasi oleh kehadiran militer, melainkan peran serta masyarakat dalam kehidupan diatur melalui tata sosial politik yang lebih mengutamakan dialog dan membangun kebersamaan.
Nilai kesatuan. Dalam konteks berbangsa dan bernegara di Indonesia, nilai kesatuan ini menajadi dasar pendirian bangsa ini. Apa yang tertulis dala sila ke-3 pacasila, yaitu persatuan Indonesia, tidak akan dipertahankan jika setiap individu yang menjadi warga negara Indonesia yang tidak dapat menghormati perbedaan dan pluralitas yang ada dalam masyarakat kita.
Nilai moral. Nilai moral ini oleh Socrates diacu sebgai sebuah panggilan untuk merawat jiwa, jiwa inilah yang menentukan apakah seorang itu sebagai individu merupakan pribadi yang baik atau tidak. Oleh karena itu nilai-nilai moral sangatlah vital bagi sebuah pendidikan karakter nilai-nilai moral yang akan berguna dalam masyarakat kita tentunya akan semakin efektif jika nilai ideologi bangsa yaitu nilai moral dalam pancasila menjadi jiwa dalam setiap pendidikan karakter .
Nilai-nilai kemanusiaan. Menghayati nilai-nilai kemanusian mengadakan sikap keterbukaan terhadap kebudayaan lain, termasuk disini kultur agama dan keyakinan yang berbeda. Nilai-nilai kemanusiaan ini menjadi sangat relevan diterapkan dalam pendidikan karakter karena masyarakat kita telah menjadi masyarakat global.
C.    Menuju Pendidikan Berkarakter
Pendidikan karakter dilembaga pendidikan  (formal) lebih banyak dengan penanamn nilai. Pendidkan karakter agar dapat disebut sebagai integaral dan utuh juga mestih juga menetukan metode yang akan dipakainya, sehingga tujuan pendidikan karakter itu akan semakin terarah dan afektif. Metode yang bisa digunakan untuk mencapai idealisme dan tujuan pendidikan karakter adalah sebagai berikut: mengajar. Untuk dapat melakukan yang baik,yang adil yang bernilai, kita pertama-tama mengetahui dengan jernih apa itu kebaikan, kebaikan, dan nilai. Pendidkan karakter mengendalikan penegtahuan teoritis tentang konsep-konsep nilai tertentu. Lebih dari sebuah tindakan dikatakan sebagai tindakan yang bernilai jika seorang itu melakukannya dengan bebas, sadar dan dengan penegtahuan yang cukup tentang apa yang dilakukannya.
 Keteladanan. Keteladanamemang menjadi salah satu hal yang klasik bagi berhasilnya sebuah tujuan pendidikan karakter. Guru yang dalam bahsa jawa berati digugu dan ditiru, sesungguhnya menjadi jiwa pendidkan karakter itu sendiri. Tumpuan pendidkan karakter ini ada di pundak guru.
Menentukan prioritas. Lemabaga pendidkan umunya memiliki prioritas dan tuntutan dasar atas karakter yang ditetapkan dilingkungan mereka. Jika suatu lembaga pendidkan menetuka suatu prioritas dalam pendidkan mereka adalah standar keilmuan, maka berhasil tidaknya kriteria itu masih dapat dibuktikan melaui transparansi laporan perkembangan kemajuan kemampuan akademik anak didik dihadapan pemangku kepentingan (orangtua dan masyarakat).
Praksis prioritas. Unsur lain bagi pendidikan karakter adalah bukti dilaksanakannya prioritas nilai pendidkan karakter tersebut. Berkaitan dengan tuntutan lembaga pendidikan atas prioritas nilai yang menjadi yang menjadi vis kinerja pendidikannya, lembaga pendidkan mesti mampu membuat sertifikasi sejauh mana visi sekolah tersebut dapat direalisasikan dalam lingkup pendidkan melalui berbagi macam unsur yang ada didalam pendidkan itu sendiri.
Refleksi. Refleksi merupakan kemampuan sadar khas manusiawi. Dengan kemampuan sadar ini manusia mampu mengatasi diri dan mampu mengatasi kualitas hidupnya dengan baik. Jadi setelah tindakan dan praksis pendidikan karakter itu terjadi, perlulah didakan semacam pendalaman, refleksi, utuk melihat sejauh mana lembaga pendidkan telah berhasil atau gagal dlam melaksanakan pendidikan karakter .






BAB IV
KEBUDAYAAN PERADABAN DAN
SITE NILAI BUDAYA

A.    Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari kata “ budaya “, yang berasal dari kata sansekerta “budhayah”, sebagai bentuk jamak dari buddhi, yang berarti budi atauakal. Kebudayaan adalah hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal. Banyak definisi tentang kebudayaan. ( coba cari  tentang definisi tersebut ). Koentjaraningrat memberi pengertian kebudayaan sebagai “ keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu”. Atau dengan kata lain bahwa kebudayaan itu adalah keseluruhan dari apa yang pernah dihasilkan oleh manusia karena pemikiran dan karyanya. Jadi kebudayaan merupakan produk budaya.
a.       Wujud Kebudayaan
Ralp Linton, membaginya menjadi wujud fisik dan non fisik. Sedangkan Koentjaraningrat membaginya kedalam tiga wujud, yaitu wujud ideal yaitu kompleks ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma dan sebagainya.
b.      Wujud sistem sosial : yaitu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat yang selalu mengikuti pola-pola tertentu berdasarkan adat tata kelakuan misalnya gotong royong, kerja sama.
c.       Wujud kebudayaan fisik yaitu benda-benda hasil karya manusia, misalnya pabrik, komputer, candi Borobudur, dan lain – lain.
Dalam disilin ilmu antropologi budaya, kata kebudayaan dan buda tidak dibedakan. Kebudayan dalam kaitannya dengan ISBD adalah: penciptaan, penertiban, dan pengelolaan nilai-nilai isan, tercakup didalamnya usaha memanusiakan diri didalam alam lingkungan baik fisk maupun lingkungan sosial.
Apabila dihubungkan dengan wujud kebudayaan yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat, maka niali-nilai insani (nilai etika) itu meliputi kebudayaan ideal dan wujud sistem sosial, sedangkan nilai estetika terdapat pada wujud kebudayaan fisik. Pembangunan budaya yang tidak  manusiawi selalu cenderung menunjukan sifat kejam, bengis, tidak adil, rakus, ingin berjkuasa menguasai batas, sombong, takabur. Tidak manusiawi artinya tidak sesuai dengan atau tidak menghargai martabat manusia serta tidak berguna bagi kehidupan manusia.

B.     Perwujudan Kebudayaan
Menurut Sutan Takdir Alisyahbana, apabila perwujudan budaya itu penekananya pada akal (mind), aka akan menimbulkan tingkat peradaban yang berbeda. Mind selalu dihubungkan dengan cicilization, bukan culture, maka ada yang di sebut peradaban tinggi dan peradaban rendah, karena alat ukurnya adalah akal dan pikir manusia. Manusia yang berfikir timggi dikatakan peradabannya tinggi, dan sebaliknya. Tingkat berfikir tinggi lebih dahulu timbul dikalangan orang berat, maka orang mengatakan bahwa Orang Barat mempunyai peradaban yang tinggi, bukan kebudayaan yang tinggi.
Sedangkan apabila perwujudan budaya itu penekanannya pada ketiga unsur (akal,perasaan, dan kehendak) secara bersamaan maka akan timbul tingkat kebudayaanyang berbeda, maka ada kebudayaan tinggi, ada kebudayaan rendah, karena diukur dengan faedahnya sebagai manusia.
C.    Sistem Nilai Budaya
Nilai adala segala sesuatu tentang yang baik atau yang buruk. Nilai adalah segala sesuatu yang menarik bagi manusia sebagai subjek. Nilai adalah perasaan tentang apa yang diinginkan ataupun yang tidak diinginkan , atau tentang apa yang boleh dan yang tidak boleh.
Konsep-konsep tentang nilai yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar warga masyarakat, membentuk nilai sistem budaya. Sistem nilai budaya berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi kelakuan manusia, dalam tingkatan yang paling abstrak. Sistem-sistem tata kelakuan yang tingkatannya lebih konkrit, seperti aturan-aturan khusus, hukum, norma-norma, semua berpedoman pada sistem budaya itu. Sistem budaya itu demikiankuat meresap dalam jiwa warga masyarakatnya sehingga sukar diganti dengan nilai-nilai budaya lain dalam waktu singkat.
Ahli Antropologi Kluckhohn, membagi sistem nilai budaya kedalam lima masalah:
1.      Hakekat hidup manusia
2.      Hakekat karya manusia
3.      Hakekat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
4.      Hakekat hubungan manusia dengan alam
5.      Hakekat hubungan manusia dengan sesamanya.
















BAB V
MANUSIA DAN CINTA KASIH

A.    Pengantar
Kasih sayang sudah dikenal sejak anda lahir dan bahkan sejak anak anda dalam kandungan. Kasih sayang berkembang seirama dengan perkembangan anak menuju kedewasaan. Dalam hidunya kadang-kadang kasih sayang ii ternoda oleh perbuatan-perbuatan keji yang berlawanan dengan perbuatan kasih sayang.
Kecintaan orang tua atau ayah dan ibu terhadap anaknya didasarkan atas kerapuhan hati, sebagab orang tua mempunyai maksud tertentu terhada anaknya, yaitu sukses dalam bimbingan atau pendidikan yang diwujudkan dalam pergaulan orang tua terhadap anaknya.
Hubungan yang akrab antara pria dan wanita yang sedang di mabuk asmara merupakan bagian dari kemesraan. Kemesraan merupakan kelanjutan dan perwujudan dari cinta. Cinta yang menumbuhkan kemesraan bukanlah cinta kepada sesama jenis, akan tetapi cinta yang memiliki unsur bentuk cinta kasih rohania yang pada tingkat tertinggi dan didasari keinginan yang suci serta agung.
Jika seseorang pemuda cinta kepada seorang gadis secara seius, ia terlempar keluar dari cinta diri, ia mulai hidup dengan orang lain. Kemesraan idak hanya terjadi dalam hubngan antara pria dan wanita yang sedang di mabuk asmara, akan tetapi juga terjadi dalam keluarga antara sepasang suami istri. Cinta yang agung dan suci yang menjelma menjadi kemesraan tidak mengenal batas usia, kasta, derajat, dan status sosial. Kemesraan ada pada setiap hubungan suami istri yang diikat oleh cinta yang suci dan agung.
Perasaan kasih secara harafiah berarti “merasa dengan”. Dalam pengertian ini, perasaan-perasaan sosil kita yang mendasar, dasar seluruh moralitas, dan merupakan perekat emosional yang menghimpun masyarakat dan akhirnya seluruh kemanusiaan bersama-sama. Adanya rasa kasihan yang tertanam dalam akhlak membantu seseorang menjadi pemurah. Sebab sering terjadi di kotomi antara tuntunan moralitas dan watak egois.
B.     Pokok Bahasan
1.      Arti, Hubungan, Ungkapan Cinta Kasih
a.      Arti Cinta Kasih
Cinta kasih merupakn paduan dua kata yang mengandung arti psikologis yang dalam, yang sulit didefinisikan dengan rangkaian kata-kata. Mungkin dapat diberi arti tertentu apa bila sudah diwujudkan dalam tingkah laku manusia terhadap manusia lainnya, atau terhadap ala sekitarnya, atau terhadap Tuhan. Manusia adalah makhluk cipataan Tuhan yang paling sempurna dibandingakan dengan makhluk-makhluk lain. Manusia mempunyai akal, kehendak, dan perasaan . dengan unsur-unsur budaya ini manusiamenilai, merasakan, menghendaki adanya kebutuhan cinta kasih
Cinta kasih bersumber pada unsur rasa, yang merupakanungkapan perasaan, didukung oleh unsur karsa, yang dapat berupa tingkah lakudan dipertimbangkan dengan akalyang menimbulkan tanggung jawab, dalam cinta kasih tersimpul pula rasa kasih sayang, kemesraan, belas kasihan, pengabdian. Cinta kasih yang disertai dengan tanggung jawab menciptakan keserasian, keseimbangan, dan kedamaian antara sesama manusia, antara manusia dengan lingkungan, dan antara manusia dengan Tuhan.
b.      Hubungan Cinta Kasih
Adanya beberapa macam hubungan cinta kasih yang dibahas dalam bab ini, sebagai berikut :
·         Cinta kasih antara orang tua dan anak. Apabila seorang ibu atau ayah sellu ingat, memperhatikan, dan memenuhi kebutuhan wajar anaknya, dikatakan bahwa mereka mempunyai rasa cinta kasih atau kasih sayang terhadap anak. Orang tua mengharapkan agar anak menjadi orang baik dan berguna dikemudian hari.
·         Cinta kasih antar pria dan wanita. Apabila seorang pria perjaka menaruh perhatian istimewa terhadap seorang gadis dengan perilaku baik, lemah lembut, sopan, apalagi dengan memberikan seuntai mawar merah, dikatakan bahwa ia menaruh cinta kasih atau kasih sayang terhadap gadis itu.
·         Cinta kasih antara sesama manusia. Apabila seorang sahabat berkunjung kerumah kawannya yang sedang sakit dan membawa obat yang diperlukannya atau makanan yang diinginkanna dikatakan bahwa sahabat itu menaruh cinta kasih atau belaskasihan terhadap kawannya ang sedang sakit itu.
·         Cinta kasih antara  sesama manusia dan Tuhan. Apabila seorang taat beribadah, menuruti perintah Tuhan dan menjauhi larangannya, dikatakan bahwa orang itu mempunyai cinta kasih atau mengabdi kepada Tuhan Penciptanya.
·         Cinta manusia terhadap lingkungannya. Papbila seseorang menciptakan taman yang indah , memlihara tanaman di pekarangan, tindakan menebang kayu dihutan seenaknya, tanah gundul di tanam kembali dengan teratur, hewan lingkungan tidak diburu, ataudiburu tanpa manfaat, dikatakan bahwa orang itu menaruh cinta kasih atau menyayangi lingkungan hidupnya.

c.       Ungkapan Cinta Kasih
Orang yang mempunyai perasaan cinta kasih, hidupnya penuhnya penuh gairah, banyak inisiatif, dan penuh kreatif bagi seniman pelaku cinta kasih dituangkan dalam bntuk karya budaya, sehingga dapat dinikmati pula oleh masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat memetik nilai-nilai kemanusiaan yang terungkap melalui karya budaya itu. Dari uraian yang dikemukakan sebelumnya dapatlah dinyatakan bahwa cinta kasih adalah kebutuhan kodrati manusia, yang merupakan bagian yang tidak dapat diabaikan dalam kehidupan manusia.
2.      Cinta kasih antara orang tua dan anak
Cinta kasih ini bermula dari seorang ibu terhadap anaknya. Seorang ibu yang sedang menyusui anaknya adalah gambaran tentang ketulusan dan cinta kasih. Tugas untuk mewujudkan cinta kasih yang tulus itu berlangsung lama, dan penuh pengorbanan. Apabila tugas terpenting keluarga adalah mengasuh dan membesarkan serta mendidik anak, maka sebenarnya ibu adalah tokoh utama dalam unit sosial terkecil.dalam hubungan antara cinta kasih antara ibu dan anak, sejak anak masih bayi sudah dapat merasakan kasih sayang ibunya melalui sentuhan tangan, pelukan dan elusan ibunya, kemudiaan disusul dengan suguhan susu ibu. Anak ditidurkan dengan diiringi lagu menidurkan.
Dibagian lain Supardi Djoko Damono mengungkapkan bahwa dalam masyarakat kita biasanya yang menjadi lambang ketulusan dan cinta kasih adalah wanita (ibu) dan anak-anak. Dirumah tangga ibu menjadi tokoh ketulusan dan cinta kasih kepada anak dan suami. Dalam karya sastra dan lirik lagu kadang-kadang pengorbanan ibu seing dimnfaatkan oleh seniman untuk memeras air mata kita. Seorang ibu yang bersedih berkorban untuk anak dan keluarganya dibayangkan sebagai dewi tanpa cacat.
3.      Cinta Kasih Antara Pria dan Wanita
Cinta kasih antara pria dan wanita merupkan titik awal timbulnya keluarga sebagai unit masyarakat terkecil dan berkembang biak umat manusia dimuka bumi ini. Cinta kasih antara pria dan wanita yang sudah dewasa (akil balig) merupakan kodrat yang tidak dapat dipungkiri, dan harus ada. Atas dasar cinta kasih ini timbul berpadu hidup antara pria dan wanita yang harmonis dalam bentuk perkawinan yang dihargai oleh agama, hukum, dan oleh masyarakat.
Cinta kasih yang tulus antara satu sama lain dalam ikatan perkawinan yang harmonis dilandasi oleh oleh perasaan sayang, kemesraan yang merupakan kunci kebahagiaan. Apabila perkawinan itu dilandasi oleh kasih sayang tulus dan iklas, kasih mengasihi, dan saling menumpahkan kasih sayang, keluarga itu akan tumbuh subur dan berkembang sempurna.
4.      Cinta kasih antara sesama manusia
Cinta kasih antara sesama manusia yang dilandasi oleh rasa belas kasihan. Belas kasihan ini timbul karena ada penderitaan yang dialami manusia. Penderitaan ini mengandung pengertian yang luas, misalnya penderitaan karena bencana alam, bencana perang, karena sakit, karena sudah tua, karena yatim piatu, dan lain-lain. Dalam cinta kasih berdasarkan belas kasihan ini tidak dikenal unsur pamrih melainkan keran keikhlasan semata-mata, sifat ingin menolong sesama, dan belas kasih ini adalah sifat orang-orang yang beakhlak dan berbudi. Apa yang diderita orang lain, ia ikut pula merasakan penderitaan itu.
Cintakasih yang dilandasi belas kasihan merupakan dasar untuk menciptakan kebersamaan dan saling menghargai. Kebersamaan yang kita maksudkan adalah kebersamaan secara kodrati, manusia diciptakan Tuhan dan dibekali dengan hak asasi yang sama. Dalam kebersamaan itu ada kesediaan dan ketulusan membantu menyelamatkan manusia yang sedang dalampenderitaan. Apabila cinta kasih antara manusia sesama ini dihayati sungguhj-sungguh oleh setiap insan, terutama yang berkuasa dimuka bui ini, maka tidak akan ada perang, tidak akan ada kemelaratan dan kemiskinan.
Kita dan saksikan perwujudan cinta kasih antara sesama manusia ini misalnya palang merah untuk menyelamatkan korban perang, dana-dana kemanusiaan untuk korban bencana alam, kesediaan suatu negara atau bangsa menampung pengungspengungsi dan negara atau bangsa lain, akibat peperangan, yayasan rumah sakit untuk membantuorang sakit, yayasan yatim piatu untuk menolong anak-anak yang tidak mampu, dan lain-lain. Apabila dalam hidup manusia, cinta kasih sudah memudar, atau menghilang dari lubuk hatinya, maka akan timbul takabur, kekejaman, kebuasan yang tiada tara, nafsu setan merajalela, nilai-nilai kemanusiaan diinjak-injak.
5.      Cinta Kasih antara Manusia dan Tuhan
Kecintaan manusia kepada Tuhan  tidak dapat dipisahkan dan kehidupan manusia. Manusia adalah manusia ciptaan Tuhan, karena itu manusia merasa takut kepada Tuhan. Jika manusia mengabaikan perintah tuhannya, ia akan memperoleh murka. Untuk itu manusia menaruh cinta kasih kepada Tuhannya untuk wujud cinta kasih kepada Tuhan ialah pengabdian peujaan atau sembayang. Dalam cinta kasih kepada Tuhanitu tersimpul keperasaan dan keikhlasan berserah diri bahwa pengabdian,pemujaan, sembayang karena semata-mata karena Tuhannya, karena Tuhan Maha Pencipta, dan Maha Kuasa tas segalanya.
Cinta kepada Tuhan menurut ajaran agama adalah takwa dan mengabdi kepada Tuhan. Artinya menuruti perintahNya dan menjauhi laranganNya. Yang paling mulia disisi Tuhan adalah orang yang taqwa kepadanya. Takwa kepada Tuhan ini dilkakukan menurut ajaran agama yang di peluk manusia, yang dimanifestasikan dengan pemujaan atau sembayang dan doa disertai dengan perbuatan baik yang dikehendaki Tuhan.
Bentuk komunikasi ritual ini dilakukan manusia ditempa-tempat khusus, misalnya di asjid bagi agama Islam, digereja bagi agama kristen , dipura bagi yang agama Hindu, dan di candi bagi yang beragama Buddha.tempat-tempat khusus ini merupakan karya cipta manusia sebagai perwujudan kreativitas karena cnta kasih.
6.      Ada tiga macam cinta yaitu, Agape, Philia, dan Eros/Amor
a.       Cinta agape yaitu cinta manusia kepada Tuhan seperti, yang dijelaskan pada cinta pemujaan.
b.      Cinta philia, yaitu cinta dalam keluarga, cinta kepada ayah / ibu dan saudara
c.       Cinta eros / amor ialah antara pria dan wanita

C.    Contoh dalam kehidupan
1.      Kematian Arie Hanggara di kamis subuh 8 November 1984 tersebut boleh dibilang merupakan peristiwa terbesar akan kesalahan orang tua terhadap anaknya.
Matahari pagi baru saja menyapu sebagian ruang mayat rumah sakit Cipto Mangunkusumo. Ketika suasana menjadi gaduh. Beberapa orang mengelilingi jenazah yang teramat papa : seorang bocah lelaki yang memar sekujur tubuhnya, sebagian kepalanya retak, dan beberapa tulang patah akibat pukulan dan benturan, mata kanan lebam membiru, kening terluka dan darah masih mengalir dari hidungnya. Tubuh mungil yang malang.
“ Bukan kecelakaan , ia meninggal karena dianiaya oleh orang tuanya”. Suasana galau semakin menjadi, orang berkerumun semakin banyak,sedu,sumpah serapah, dan sinar lampu blitz wartawan berkilau berganti.








BAB VI
MANUSIA DAN KEADILAN

A.    Pengantar
Setiap manusia pastilah mendambakan keadilan , karena keadilan sungguh merupakan suatu yang sangat esensial didalam kehidupan insane beradab. Begitu pentingnya keadilan dan begitu tinggi nilai keadilan itu, sehingga kata keadilan itu di rangkaikan dengan kata kebenaran. Perjuangan hidup manusia sangat yang sangat penting adalah menegakkan keadilandankebenaran.
Semboyan itu pernah dipakai oleh orde baru, dan jauhsebelum itu, kitapun telah mengenalmenuju masyarakat adil dan beradap. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Memang keadilan begitu tinggi nilainya bagi kehidupan manusia, sebab dengan terlaksananya keadilan itulah manusia benar-benar merasa bahwa dirinya adalah manusia.
Keadilan selalu mengandung unsure “ penghargaan “ dan “Penilaian” atau “Perimbangan”, oleh karena itulah keadilan selalu dilambangkan dengan”neraca keadilan”. Ada yang berpendapat, bahwa dalam keadaan yang sama,setiap orang harus mendapatkan bagian yang sama pula. Pendapat yang demikian kadang-kadang menyulitkan para penegak hukum untuk memutuskan suatu hal yang tidak sama antara satu orang dengan orang lain. Ini bukan berarti bahwa sesuatu yang tidak sama itu bukan adil, atau penyelewengan hak-hak manusia.
Prof. Subekti SH, mengemukakan pendapat bahwa keadilan itu berasal dari Tuhan, tetapi manusia diberi kecakapan untuk meraba atau merasakan keadaan yang dinamakan adil itu. Perdamaian diantara manusia dipertahankan oleh hukum dengan melindungi kepentingan-kepentingan hukum manusia tertentu, kehormatan, kemerdekaan jiwa, harta benda, terhadap pihak yang merugikannya.
B.     Keadilan
Dimanapun dan pada persoalan apapun dalam kehiduan manusia, keadilan merupakan dambaan setiap insan. Tetapi kenyataannya lebih banyak orang yang mengatakan, bahwa dirinya telah berbuat adil tanpa melihat aspakah adilnya itu telah dirasakan orang lain.
1.      Pengertian Keadilan
a.       Aristoteles
Menurut Aristoteles keadilan adalah kelayakan dalam indakan manusia. Kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem (diantara dua kutub), yakni ujung yang terlalu banhyak dan ujung yang terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem itu menyangkuit dua orang atau benda.
b.      Plato
Plato memproyeksikan keadilan pada diri manusia, sehingga orang dikatakan adil apabila orang itu mampu mengendalikan diri dan perasaannya dengan akalnya (dengan rasionya).
c.       Socrates
Menurut Socrates, keadilan tercipta bilamana setiap warga negara telah merasakan, bahwa pemerintah telah melaksankan tugasnya dengan baik. Mengapa keadilan diproyeksikan pada pemerintah, kerana pemerintah adalah pemimpin pokok yang menentukan dinamika masyarakat (buatlah analisis).
d.      Kong Hu Chu
Kong Hu Chu berpendapat lain. Menurut dia “ keadilan itu terjadi apabila anak sebagai anak, bapak sebagai bapak, dan raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya.
e.       Charles E. Merriam
Charles E. Merriam dalam bukunya Systematic Politics menghubungkan dengan tujuan Negara. Menurut Merriam , “keadilan terwujud dalam system dimana terhadap saling pengertian dan prosedur-prosedur yang memberikan kepada setiap orang apa yang telah disetujui  dan telah dianggap patut.
f.       Prof. I.R. Poedwojoto
Secara umum menurut Prof. I.R. Poedwojoto, “ keadilan adalah pengakuan dan perlakuan terhadap hak yang sah
g.      Keadilan menurut ajaran agama
Agama mempunyai ajaran-ajaran ttentang keadilan. Pelanggaran terhadap salah satu sebagian besar terhadap larangan-larangan agama akan berakibat dosa, misalnya korupsi menumpuk kekayaan yang sebenarnya hasil pengambilan tidak sah dari milik orang lain (terutama dari mereka yang lemah dan tidak tahu haknya )
h.      Keadilan dan hasil seni
Jelaskah bagi kita bahwa keadilan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Itulah sebabnya maka peristiwa-peristiwa keadilan dapat menimbulkan daya kreativitas para seniman untuk menciptakan karya seni, sehingga banyak kita jumpai hasil-hasil seni yang mengekspresikan keadilan.
Peristiwa keadilan juga sring kita lihat, kita dengar atau kita baca dari media massa, seperti :
1.      Mayat terpotong-potong diJakarta dan Sukabumi
2.      Peristiwa Sengkon den Karta
3.      Proses pengadilan penyelundupankasus kelas kakap
4.      Atau kemukakan contoh-contoh peristiwa yang baru terjadi.

2.      Berbagai macam keadilan
a.       Keadilan legal atau keadilan moral
Plato berpendapat bahwa hukum merupakan substansi rohani umum dan masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap irang enjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (The Man Behind The Gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto membunyikan keadilan legal.
b.      Keadilan Distributif
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama justice is done when equals are treated equally)
c.       Keadilan komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat.
3.      Keadilan Sebagai Kebutuhan Naluri Manusia
John Locke mengemukakan bahwa manusia itu mempunyai hak-hak alamiah yang dimilikinya semenjak lahir.
Hak alamiah ini :
1.      Hak akan hidup
2.      Hak akan kebebasan atau kemerdekaan
3.      Hak akan milik, hak akan  memiliki sesuatu
Diantara ketiga hak alamiah itu yang terpentinglah adalah hak akan hidup. Dari hak akan hidup itulah kemudian muncul hak-hak yang lain, yang saat ini dinamakan hak asasi manusia.
Hak-hak yang timbul dengan adanya hak-hak asasi itu antara lain :
1.      Personal right (hak asai pribadi)
2.      Property right (hak asasi ekonomi, hak memiliki sesuatu, hak membeli / menjual barang-barang miliknya dan lain-lain)
3.      Rigthts og legal equality ( hak memperoleh perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan).
4.      Polotical rigth ( hak asasi politik, hak untuk ikut serta dalam pemerintahan, hak dipilih dan memilih lain-lain.
5.      Social and culture rigthts ( hak untuk memilih jenis dan jenjang pendidkan setra mengmbangkan kebudayaan untuk disukai).
6.      Procedure rigth ( hak untuk mendapatkan perlakuan atau tatacara perailan dan perlindungan, misalnya penangkapan, penahanan, penggeledaan dan lain-lain).
Hak asasi ini kemudian pada tanggal 10 desember 1984 ditulis dalam piagam yang memuat 30 pasal diterima sebagai “universal declaraction  of human rigth” ( penyataan sedunia tentang hak-hak asasi manusia). Disamping mempunyai hak-hak asasi seperi diatas, menurut thomas hobbes, manusia juga mempunyai sifat-sifat yang melekat pada dirinya, yaitu:
a.      Cornpetifio, yaitu sifat untuk berlomba menguasai manusia yang lain, karena adanya rasa takut dan khawatir ia tidak akan mendapatkan pujian.dalam hai ini dapat menggunkan car apapun.
b.      Defentio, yaitu sifat untuk mempertahankan diri dalam membela diri. Ini berarti bahwa manusia tidak suka dikuasai atau diatasi orang lain.
c.       Gloria, yaitu sifat untuk dihormati, disegani dan dipuji.

4.      Pengertian Keadilan Sosial
Sila kedua dari kelima dari pancasila merupakan serangkaian kata yang mempunyai arti tersendiri. Keadilan sosial mempunyai satu arti yaitu social justice, yang sangat erat berhubungan dengan suatu isme, ajaran atau pandangan hidup kata keadilan sosial dan keadilan manusia yang adil dan beradab mengadung makna gotong- royong, jadi tidak ada denga keadilan kumulatif , walau azasnya tetap bersumber pada penegrtian keadilan seperti dijelaskan didepan. Keadilan sosilal pengertianya juga untuk kepentingan sosila kepentingan bersama kepentingan komunal gotong-royong mempunyai suatu usaha bersama. Pelaksanaannya bersama atau menegrjakan suatu peranan bersama yang hasilnya dimanfaatkan untuk kemakmuran bersama. Didalam suatu negara, kemakmuran bersama atau kesejateraan sosila dan tercapai jika ada keadilan sosial.
Keadilan sosial dalam pancasila dijabarkan menjadi 12 butir  pengalamn yang tertuang dalam eka prasetnya pancakarsa. Yang terpenting dalam pengalaman hidup manusia adalah keadilan sosial ini. Pandangan hidup, filsafah atau sikap tentang keadilan sosial ini. Pandangan hidup tentang keadilan sosial tumbuh dari kebudayaan yang memetik beratkan pad kehalusan budi, perasaan halus, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, dan mencintai sesama hidupnya.
C.    Contoh Keadilan Sosial Dalam Kehidupan
1.      Bagaimana dengan seniman-seniman kiat?
Sesuai dengan kapasitasnya pula, pada seniman indonesia pun sebenarnya cukup vokal dalam menyuarahkan sikap mereka akan praktek-praktek ketidak adilan. Hadirnya angkatan 66 yang ditunjukan oleh Taufik Ismail dan kawan-kawannya sebenarnya merupakan refeleksi dan adanya rasa tidak puas terhadap keadilan diwaktu ini, bahkan sebelum itu cukup banyak pula cerpen dan novel  yang dengan semangatnya menggambarkan kepincangan hidup didunia ini. Ws, Rendra penyair kita yang paling peka dengan kondisi masyarakat sekitarnya, sempat pula monorehkan kesengitanya terhadap ketidak adilan yang dialami oleh lapisan bahwa dari masyarakat kita, yakni pelacur.
2.      Kendatipun kenderungan manusia untuk menolak perkosaan
Rasa keadilan tersebut bisa dibilang sebagi suatu kecenderungan umum akan tetapi dalam kondisi-kondisi tertentu kadang-kadang manusia juga tidak bisa menghindarkan diri dari praktek-praktek perkosaan rasa keadilan tersebut.
3.      Ada lagi salah satu model ketidak adilan dalam hubungan antar insan yng sungguh menarik untuk disinggung. Penyebabnya adalah penempatan sikap yang berbeda untuk seorang anak manusia. Ilustrasi yang cukup menarik untuk ini adalah pengalaman Achmad Djajadiningrat yang ditulis dalam sebuah momenya.







BAB VII
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

A.    Pengantar
Hidup manusia disamping sebagai makhluk Tuhan dan makhluk individu, juga merupakan makhluk sosial, hidup dalam lingkungan masyarakat. Didalam interaksi sosial manusia diberi tanggung jawab, ia disamping memiliki hak juga memiliki kewajiban, dituntut adanya pengabdian dan pengorbanan.
Seseorang mau bertanggung jawab karena adanyakesadaran atau adanya keinsyafan atau pengertian atas segala perbuatan atau akibat dari atas kepentingan pihak lain. Kesadaran itu atau keeinsyafan atau pengertian bersumber pada unsur-unsur budaya dalam diri manusia.
Timbulnya tanggung jawab justru karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Manusia tidak boleh berbuat semaunya, segala apa yang akan dilakukannya terikat oleh norma, manusia menciptakan keseimbangan , keserasian, keselarasan antara sesama manusia dan antara manusia dengan lingkungannya.
Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian hidup manusia, bahwa setiap manusia dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab maka ada pihak lain, yang memaksakan tanggung jawab itu. Apabila dikaji, tanggung jawab itu adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi sebagi kaibat dan perbuatan pihak lain, atau sebagai pengabdian, pengrbanan pihak lain.
B.     Tanggung Jawab
1.      Pengertian Tangguang Jawab

Penegrtian tanggung jawab menurut ensiklopedi umum adalah “kewajuban dalam melakukan tugas tertentu”. Menurut Wjs. Poerwodarminto, tanggung jawab adalah: suatu yang menajdi kewajaban (keharusan) dilaksanakan, dibahas dsan sebabainya. Sedangkan menurut Drs. Suyadi Mp dalam  bukunya ilmu budaya dasar, menyatakan: tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja, tanggung jawab juga bebrati sebagai perwujudan akan kewajiban.
 Adanya defenisi lain dalam kasus bahasa inggris dimana tanggung jawab responsibility =  having the character of a free moral agent capable of sanction or consequences.
 Defenisi tersebut memberikan penegrtian yang dititik beratkan kepada:
a.       Harus ada kesanggupan untuk menempatkan sikap terhadap sesuatu perbuatan.
b.      Harus ada kesanggupan untuk memiliki resiko dan sesuatu perbuatan.
Dari segi filsafat, suatu tanggung jawab itu paling sedikit didukung oleh ( tiga) unsur yaitu:
a.       Kesadaran = cosicuences
Sadar berisi pengertian :  tahu, kenal menegrti dapat memperhitungkan arti, guna sampai kepada soal akibat dari  pada suatu perbuatan atau pekerjaan yang dihadapi.
b.      Kecintaan = love, affestion
Cinta, suka menimbulkan rasa kepatuhan, kerelaan dan ksedihan untuk berkorban.
c.       Keberanian = courage, bravery
Berani berbuat, berani bertanggung jawab. Berani disini didorong oleh rasa keiklasan tidak bersikap ragu-ragu dan takut terhadap segala rintang yang timbul kemudian sebagai konsekuensi dari tindak perbuatan.
2.      Macam-macam Tangung Jawab
Manusia itu berjuang memenuhi kebutuhan sendiri atau kebutuhan pihak lain. Untuk itu ia menghindari manusia lain dalam masyarakat atau menhindari lingkunag alam. Dalam usahanya itu manusia juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan yaitu kekuasaan Tuhan. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dibedakan menuntut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya. Ats dasar itu lalu dikenal bebrapa jenis tanggung jawab :
a.       Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri memnuntut kesadaran setiap orang untuk memnuhi kewajiabannya sendiri dalam membanggakan kepribadian sebagai manusia pribadi.
b.      Tanggung jawab terhadap manusia atau masyarakat
Tanggung jawab terhadap manusia atau masyarakat menuntut adanya kesadaran untuk memnuhi kewajiban dalam hubungan hidup bermasyarakat. Kewajiban itu meliputi kewajiban dalam hubungan antara undividual dengan individu, hubngan antara undividu dengan masyarakat.
c.       Tanggung jawab terhadap lingkunagn
Tanggung jawab terhadap lingkungan menuntut kesadaran manusia untuk memenuhi kewajibannya atau pengorbananya dalam membina dan melestarikan lingkunagn hidup yang baik, teratur, dan sehat.
d.      Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tanggung jawab terhadap Tuhan menuntut kesadaran untuk memenuhi kewajiban atau pengabdia terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sebgai mahluk ciptaan Tuhan, manusia berusaha bersyukur kepada Tuhan atau karunia-Nya menciptakan manusia memberi rezeki kepadanya. Tanggung jawab itu dapat diketahui wujudnya apabila sudah dinyatakan dengan perbuatan yang menghasilkan kematangn pribadi itu salah satu disadari oleh kesadaran artinya sengaja karena dikehendaki. Perbuatan itu berupa penemuan kewajiban, pengabdian dan pengorbanan. Apabila ada pemenuhan kewajiban, pengabdian, pengorbana yang menghasilkan suasana kematangan pribadi, kesimbanagan atau keselarasan antara manusia disitu ada tanggung jawab. Tidak tanggung jawab atau penyelewengan oleh kesadaran atau tidak kesadaran. Kesadaran artinya sengaja atau dikehendaki, ketidak sadaran artinya tidak dikehendaki. Bertanggung jawab berarti memfungsionalkan sifat-sifat manusia untuk mempertahankan nilai-nilai pribadi yang luhur, serta dapat mendudukan nilai harga diri manusia sebagai manusia.
3.      Pengabdian
Pengabdian adalah suatu perbuatan baik yang berupa pikiran pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan mungkin kepada pemimpin, cintah kasih, sayang, hormat, atau suatu ikatan dimana semuanya itu dilakukan dengan penuh iklas. Timbulnya pengabdian pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab :
Dapat diberi contoh : apabila kita bekerja keras pagi sampai sore dibeberapa tempat, untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga kita, itu berarti mengabdi kepada keluarga, karena kasih sayang. Pengabdian kita kepada keluarga, dalam hal ini dibedakan anatara bantuan dan pengabdian ini dapat beripa penagabdian yang kita tunukan kepada:
a.      Pengabdian kepada keluarga
Pada hakekatnya manusia hidup berkeluarga dan sudah tentu dalam kehidupan keluarga tersebut didasarkan pada cintah kasih sayang. Pengabdian kepada keluarga ini dapat berupa pengabdia kepada anak, istri kepada suami dan anak-anaknya, atau anak-anak kepada orangtuanya.
b.      Pengabdian kepada masyarakat
Manusia sebagi anggota masyrakat tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain, setip orang asing membutuhkan, tolong menolong baik secara sadar maupun tanpa disadari. Tolong menolong antar individu maupun masyarakat dapat dengan imbalan atau mungkin tanpa imbalan atau mungkin karena kewajibannya. Oleh sebab itu oleh temjpat tinggal membawa nama baik pula. Ulah atau tindakan baik buruknya warga akan menyangkut juga nama baik tempat tinggal dan lingkunghannya.
c.       Pengabdian kepada Negara
Negara merupakan lembaga masyarakat yang terbesar, sedangkan masyarakat pada hakekatnya adalah bagian dari suatu bangsa atau negara suatu negara. Karena itu seseorang wajib mencintai bangsa dan negaranya. Mencintai ini biasanya diwujudkan dalam bentuk pengabdian.
d.      Pengabdia kepad Tuhan
Manusia sebagai mahluk tuhan tidak ada existensinya denagnsendirinya, tetapi keberadaan didunia ini adalah sebagi makhluk ciptaan Tuhan. Sebagi ciptaan Tuhan sudah tentu manusia wajib mengabdi kepad Tuhan. Pengabdia berartipenyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan, dan itu merupakan perwujudan tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa.
4.      Pengorbanan
Pengrbanan berasal dari kata korban yang berarti memberi secara ikhlas dalam wujud-wujud tertentu seperti. Harta, benda, waktu ,tenaga pikiran bahakan mungkin nyawa demi cintanya atau ikatannyadenag sesuatu demi kesetiaan, kebenaran. Perbedaan anatara penegrtian pengabdian dan pengorbana tidaklah begitu jelas. Karena adanay penagbdia tentu ada pengorbana. Antar sesama kawan sulit mengandung arti lebih rendah tingkatannya. Tetapi kata pengorbana juga diterapkan kepada sesama kawan. Pengorbanan merupakan akibat dan pengabdian. Pengorbana dapat berupa harta benda, pikiran,perasaan bahkan dapat juga jiwa. Pengorbana diserahkan secar ikhlas tanpa pamrih, tanpa perjanjian tanpa ada transaksi kapan saja diperlukan.
5.      Kesadaran
Kesadaran adalah kinsafan akanperbuatanny.sadar artinya merasa tahu atau ingat ( kepada keaadaan yang sebenarnya). Keadaan ingat akan dirinya, ingat kembali ( dari pingsan), siuman (bangun dari tidur), ingat tahu dan mengerti, misalnya rakyat telah safdar akan politik. Jadi kesadaran adalah hati yang telah terbuka atau pikiran dan perasaan diman terbuka tentang apa yang telah dikerjakannya. Namun dalam penegrtian kesadaran dalam hal ini adalah hanyalah dibatasi pada kesadaran moral  ini sanagt penting bagi kehidupan manusia. Hal ini tidak berarti bahwa kesadaran yang tidak penting misalnya, kesadaran berpolitik, kesadaran betapa pentingnya setiap orang dapat membaca, kesadaran mahasiswa kan belajar, kesadaran pergi kekantor tidak lambat, kesadaran bekerja sebaik-baiknya, dan sebainya. Kesadaran itu juga penting bagi manusia, karena tanpa kesadaran orang akan mengalami kepincangan dalam hidupnya. Banyak jenis kesadaran yang dialami oleh manisia. Kesadaran akan harga diri, kesadaran kan tanggung jawab kepada keluarga, kesadaran akankewajiban kepada negara, Tuhan dan sebagainya. Kesadarn dan tidak ada kesadaran ini saling ganti mengisi kehidupan manusia. Oleh karena itu kesadaran dan tidak kesadaran ini dapatlah dikatan tidak terlepas dari kehidupan manusia, maka kesadran itu banyak menimbulkan kreatifitas para seniman. Kesadaran moral amatlah penting untuk diperhatikan, karena pelanggaran norma moral dapat berakibat merusak nama. Oleh sebab itu kesadaran moral hendaknya dapat dan perlu dijaga oleh setiap orang. Hal itu tidak berati bahwa kesadaran yang lain tidak penting.
C.    Contoh Tanggunga Jawab Dalam Kehidupan
Tanggung jawab manusia terhadap dirinya sendiri hakekatnya tidak menegenal jenis kelamin, angka usia, status ataupun kedudkannya. Namun tanggung jawab tersebut boleh dibilang terkena pada setiap orang. Jadi bersifat universal dan sebagai manifestasi dan upaya pemenuhan tanggung jawab tersebut manusia berusaha mencari makan, bekerja, mencari taman, menjaga kesehatan dan lain sebagainya. Berbiocar tentang tanggung jawab manusia terhadap dirinya sendiri, kita seringkali tergelitik oleh berbagi cerita tentang anak-anak usia sekolah terpaksa bekerja keras membanting tulang demi biaya hidup, sekolah, dan demi cita-citanya.










BAB VIII
MANUSIA DAN PENDERITAAN

A.    Pengantar
Manusia selama hidupnya perna mengalami perasaan-perasaan yang tidak menyenangkan, tidak enak rasa sakit dan siksaan ini disebabpkan manusia mempunyai perasaan dan pikiran. Pada umumnya perasaan-perasaan itu tidak dikehendaki oleh manusia, toh bila manusia dengan sengaja merasakan suatu yang tidak meneyenangkan misalnya rasa sakit itupun hanya sementara. Perasaan-perasaan diatas merupakan rasa dertita atau penderitaan.
Orang-orang itu dalam keadaan tersiksa. Banayk penagalam kita kasus-kasus dalam kehidupan atau dalam karya seni yang menggambarakan penderitaan manusia.  Antar lain kelaparan kaibat perang,  tindakan kaum penjajah diindonesia dulu, penyakit kanker, penganiayaan. The crisis population commiette pada tahun 1992 perna melaksankan survei penderitaan umat manusia dengan samle banyak negara. Penderitaan dapat menumbuhkan  kreatifitas dalam karya-karya manusia serta usaha manusia untuk melepaskan penderitaan.  Banyak contoh-contoh yang dapat dikemukanakan dari penderitaan manusia dalam berbagai bentuk.
B.     Penderitaan
1.      Pengertiasn Penderitaan
Penderitaan mempunyai kata dasar derita yang berasal dari kata dhara (bahasa sansekerta) , yang berarti menahan atau menaggung. Penderitaan adalah beban phisik atau jiwa manusia yang dapat menekan diri manusia. Penadapat Franklien J. Meine menyatakan bahawa penderitaan (suffering) adalah keadaan yang berhubungan dengan rasa sakit, tak meneyenangkan hati, menderi rugi, dan suka menderita.
Penderiataan manusia dalam kehidupan dapat disengaja atau tidak sengaja. Bagaimana penderitaan itu tidak menyatakan, toh pada manusia yang secara sengaja untuk merasakan penderitaan. Misalanya sengsara dilakukan orang India dengan menayakiti tubuhnya sendiri sebagai pengalaman ketaatan jiwa untuk memperoleh kebahagiaan setelah mati.

1.      Gangguan pengamatan
Gangguan pengamatan merupakan kesalah-kesalahan alam menggolongkan hasil-hasil pengamatanmanusia terhadap dunia sekitar. Gangguan pengamatan meliputi :
a.       Astenia
b.      Agnosia
c.       Ilusi
d.      Hallusinasi
e.       De Ja Vu
f.       Jamais Vu
g.      Isomnia
2.      Gangguan fungsi-fungsi Jiwa
Gangguan fungsi-fungsi jiwa merupakan kesesatan-kesesatan yang trejadi dalam fungsi-fungsi jiwa. Gangguan fungsi-fungsi jiwa antara lain :
a.       Gangguan pikiran
b.      Gangguan ingatan
c.       Gangguan kesadaran
d.      Histeria
e.       Gangguan fantasi
3.      Sakit hati
Sakit hati bermacam-macam penyebabnya serta bermacam-macam pula jenisnya dan sifatnya. Orang sakit hati akan berpikir terus dan akibatnya dapat menyebabkan sakit phisik. Manusia dapat menderita sakit hati karena setiaporang merasa mempunyai harga diri dan rasa iri serta dengki. Bila harga dirinya diremehkan oleh individu lain, menyebabkan sakit hati. Misalnya diejek,tidak diperdulikan,dicacimaki. Orang bilang dia sudah tidak dimanusiakan artinya nilai-nilai kemanusiawiannya dianggap tidak ada. Seorang dapat timbul rasa iri terhada kelebihan yang dimiliki orang lain, misalnya keirian akan jabatan, harta kekayaan, kecantikan.
4.      Siksaan
Siksaan merupakan sesuatu yang mengerikan. Karena kita membayangkan tindakan pihak yang kuat yang semena-mena terhadap golongan lemah yang tidah berdaya. Siksaan sering menggunakan alat penyiksa yang menyayat hati. Siksaan dapat terjadi didunia maupun diakhirat yang disebabkan kesalahan, ketidakberdayaan atau dosa-dosa manusia.
Kita dapat membayangkan penyiksaan didunia yang dilakukan oleh orang yang mempunyai sifat bengis, sadis, beringas dalam menghadapi mangsanya yang sudah tidak berdaya. Dia memperlakukan individu sangat diluar batas kemanusiaan. Dimana hak dan nilai kemanusiaan di injak-injak. Manusia dianggap sebagai hewan atau benda lain yang hanya dijadikan obyek saja.
Dalam kehidupan sehari-hari di zaman modern ini masalah siksaan tidakl kalah hebatnya dengan zaman dahulu. Ternyata jiwa manusia mudah kesetanan tak peduli dengan zaman modern dalam teknologi yang perlakuaannya segera disiarkan kepenjuru dunia, dia tetap melakukan sadis dan kejam.
5.      Neraka
Siksaan yang lebih mengerikan lagi adalah siksaan di akhirat yang sering disebut siksaan kubur. Dalam kitab-kitab suci agama disebutkan dalam firmanNya tentang adanya kehidupan dialam baka (kelanggengan). Dimana dalam kehidupan ini manusia ditentukan oleh perbuatan baik atau buruk, pahala atau dosa ketika hidup didunia fana. Sehingga manusia masuk dala kehidupan surga atau neraka. Kehidupan di surga manusia. Misalnya bencana kelaparan, wabah penyakit, gangguan keamanan, kecelakaan dan lain-lain.bahkan penderitaan berasal dari ulah manusia itu sendiri atau kesembronoan manusia, baik tindakaan manusia terhadap manusia lain atau terhadap lingkungan non manusia. umber penderitaan.
Manusia sebagai makhluk hidup mempunyai banyak dimensi yang semua dimensi merupak satu kesatuan utuh. Ini menurut pandangan monoplurarisme, yang memandang manusia mempunyai banyak aspek sebagai satu kesatuan yang monodualis. Manusia mempunyai dimensi-dimensi kebendaan (alam), individu, sosial,jiwa, Tuhan dan sebagainya.
Dimensi-dimensi diatas menimbulkan berbagai kebutuhan manusia, untuk memenuhi berbagai dimensinya ini dapat ditunjukan semakin banyak jenis-jenis kebutuhannya. Seperti Abraham Maslow merinci kebutuhan manusia kedalam delapan (8) macam secara bertingkat. Sehingga kebutuhan manusia cukup dibedakan antara kebutuhan phisik, kebutuhan psikis, dan kebuuhan sosial.
1.      Kebutuhan phisik (basic needs) meliputi makan, minum, bernafas, pakaian, tempat tinggal, seks, kesehatan, dan sebagainya
2.      Kebutuhan psikis (psichologizal needs) meliputi keindahan, kenikmatan, moral, ilmu pengetahuan, religious dan sebagainya.
3.      Kebutuhan sosial (social needs) meliputi pergaulan, kekeluragaan, persahabatan, berkelompok, berkomunikasi dan sebagainya.
Setiap manusia mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhannya. Menurut Abraham Maslow bahwa manusia mempunyai dorongan (motivasi) yang paling mendasar yaitu dorongan untuk memenuhi kebutuhan phisik atau basic needs, baru kemudian secara bertingkat tumbuh dorongan untuk memenuhi kebutuhan lainnya yang lebih tinggi. Kadang kala antara keinginan pemenuhan kebutuhan tidak sesuai dengan kemampuan dirinya dan faktor-faktor pendukung luar. Ketidaksesuaian tersebut manusia akan mengalami akan menghadapi penderitaan. Tidak menutup kemungkinan penderitaan manusia  disebabkan faktor diluar dirinya.
Penderitaan yang bersumber pada orang lain (sosial) disebabkan manusia mengalami hambatan kegagalan hubungan sosial antara manusia misalnya ketersaingan, ancaman sosial, penindasan, ekploitasi tenaga manusia. Penderitaan pada salah satu sumber diatas akan mempengaruhi yang lain, sehingga menyebabka penderitaan  manusia sebagai makhluk monopluralis. Seorang jejaka yang ditolak cintanya dan gadis idolanya dalam pergaulan menjadikan dia kecewa dan sakit hati, kemudian tidak berselera makan mengalami kelaparan dan sakit jasmania yang akan mengancamnya. Ini merupakan contih sebagai satu kesatuan dimensi dalam hubungannya dengan penderitaan.
 Keadaan seseorang jejaka diatas menunjukan hubungan antara interaksi jiwa dengan raga yang sering disebut psikosomatris. Dalam pandangan filsafat orang Jawa keduanya digambarkan seperti curigo manjing warongko, warongko manjing curiga atau loro-loronya atunggal.
Apabila dikelompokan secara sederhana berdasarkan timbulnya penderitaan manusia itu dapat diperinci sebagai berikut :
a.       Penderitaan yang timbul akibat perbuatan buruk manusia
b.      Penderitaan karena penyakit
c.       Penderitaan akibat siksaan atau azab Tuhan
2.      Rasa Sakit
Rasa sakit merupakan bagian dan penderitaan manusia. Rasa sakit adalah rasa tidak enak bagi penderitanyarasa sakit dapat ditimbulkan karena adanya gangguan pada organ tubuh manusia atau karena suatu penyakit. Rasa sakit dan penyakit tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia sehari-hari. Rasa sakit dan penyakit dapat menyerang manusia baik kaya maupun miskin, muda maupun tua, laki-laki juga perempuan.
Secara biologis penyakit merupakan ketidaknormalan atau kurangnya fungsi-fungsi organ dan sel-sel manusia. Ketidaknormalan fungsi jantung menyebabkan penyakit jantung, ketidaknormalan fungsi sel-sel otak bisa jadi sakit ingatan atau mental.
a.      Sakit phisik
Rasa sakit phisisk adalah perasaan tidak enak pada organ manusia. Dimana organ tubuh manusia yang mengalami sakit dapat diperiksa (diamati) secara jelas melalui cara medis kedokteran. Sehingga rasa sakit ini dapat menimbulkan penyakit phisik. Pada jaman modern seperti dewasa seperti ini ternyata menunjukan perkembangan pesat dalam penyembuhan penyakit. Meskipun dipihak lain munculnya berbagai penyakit baru, misalnya penyakit tumor, kanker yang tidak mudah penyembuhannya.
b.      Sakit syaraf dan jiwa
Sakit syaraf dengan sakit jiwa dipandang masyarakatdigambarkan suatu kehidupan yang penuh kenikmatan seperti disediakan tempat tidur yang serba empuk dihiasi emas dibawahnya mengalir air susu.
6.      Cara Menghadapi Penderitaan
Setiap orang yang menghadapi penderitaan akan berusaha untuk melepaskan dirinya dari penderitaan. Seorang pencuri yang tertangkap kemudian ditahan polisi, akan melepaskan diri dari tahanan bila dijaga. Bukti lain menunjukan dengan kasus pelarian tiga nara pidana dari lembaga pemasyarakatan Wirogunan Yogyakarta tahun 1990, para pahlawan kita rela berkorban jiwa raganya untuk melepaskan penderitaan rakyat dari cengkeraman kolonial di Indonesia sebelum merdeka.
Sikap-sikap positif mengarah pada perbuatan-perbuatan terpuji dalam menghadapi penderitaan atau dengan mencari konpensasi yang positif, manusia akan penuh kepercayaan diri dan dengan ketabahan hati dalam menghadapi penderitaan, yang diwujudkan dalam bentuk perbuatan penyesalan, bertaubat dihadapan Tuhan Yang Maha Esa. Disamping itu manusia, mencari jalan keluar dengan inisiatif positif untuk melepaskan penderitaan atau dengan menemukan kompensasi kearah pengembangan diri.
Dengan demikian cara menghadapi penderitaan dengan sikap positif dapat dilakukan dengan cara dibawah ini :
1.      Penyesalan perbuatan
2.      Bertaubat dihadapan Tuhan Yang Maha Esa
3.      Inisiatif
4.      Kompensasi
5.       
C.    Contoh Dalam Kehidupan

1.      Banyak ancaman penderitaan yang dialami manusia. Sungguh Tuhan Mahakuasa. Derita menimpa orang tak memilih; siapa saja kalau Tuhan ingin menimpakan tak dapat ditolak, seperti halnya pesawat fokker 28 milik Garuda di Branti, Tanjung Karang, Lampung.






















BAB IX
MANUSIA DAN KEGELISAHAN

A.    Pengantar
Kegelisahaan berasal dari kata “gelisah”, artinya rasa tidak tentram hati, tidak tenang, tidak sabar lagi, merasa cemas dan khawatir. Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak-gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku atau gerak-gerik itu umumnya lain dari biasanya,misalnya berjalan mundar mandir dalam ruang tertentu sambil menundukan kepala; duduk termenung sambil memegang kepalanya; duduk dengan wajah murung atau sayu, malas berbicara; duduk, berdiri sambil menggelengkan kepala dan lain-lain.
Suami istri yang baru berumah tangga pindah rumah di tempat yang baru, tidak mau kenal dengan tetangga sekitarnya, bersikap acuh tak acuh, berbicara terlalu dilebih-lebihkan, angkuh, sombong. Pada waktu ulang tahunnya, suami istri ini mengadakan pesta makan malam dan mengundang orang-orang tertentu saja yang dianggap setara dengan mereka. Ketika pesta malam itu tiba, tepat jam tujuh malam semua hidangan telah disajikan,. Tetapi sampai pukul sembilan malam tak seorangpun yang datang. Istri duduk termenung sambil memandang makanan berserakan dimeja makan, sedangkan suami mondar-mandir sekitar meja makan sambil sesekali memandang arah pintu. Ia gelisah, istrinya gelisah, mereka merasa terasing dari dari masyarakat lingkungannya.
Kegelisahan artinya keadaan perasaan yang tidak tentram, keadaan perasaan tidak tenang, keadaan perasaan yang tidak sabar lagi, keadaan perasaan yang cemas dan khawatir. Kegelisahaan merupakan gejala universal, yang ada pada manusia mamapun. Kegelisahan bersumber pada unsur rasa dalam diri manusia. Jadi, bersifat psychologis / kejiwaan.
B.     Kegelisahaan
1.      Jenis-jenis kegelisahan
Sigmun Freud membedakan kegelisahan menjadi tiga macam, yaitu :
a.       Kecemasan Obyektif
b.      Kecemasan Neurotik
c.       Kecemasan Moral
2.      Ketidak pastian
Ketidak pastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa ada arah yang jelas, keadaan tanpa asal usul yang jelas. Keadaan ini semacam lebih kuat tertuju kepada status, nama baik, martabat seseorang yang menyentuh nilai kemanusiaannya, sehingga dirasakan akan merugikan haknya.
Ketidak pastian kapan berakhir perang Labinon,membuat rakyat gelisah terus menerus, rakyat merasa tidak tentram, merasa tidak menentu apa yang akan di perbuat. Harta mereka, jiwa mereka, martabat mereka, hak-hak asasi mereka terancam. Ketidak pastian ini menyentuh nilai-nilai kemanusiaan.. mereka mengalami kerugian material dan spiritual. Ketidak pastian kapan perang akan berakhir membuat rakyat tidak leluasa mencari nafkah, tidak leluasa memperoleh pendidikan. Setiap langkah dirasakan khawatir.
3.      Keterasingan
Keterasingan berasal dari kata “terasing” artinya tersisih, terpisah, terpencil, dari pergaulan masyarakat baik-baik. Keterasingan artinya keadaan membuat tersisih. Terpencil dari pergaulan masyarakat baik-baik. Yang menyebabkan orang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan yang ada pada diri sesorang, sehingga ia tidak dapat atau sulit  menyesuaikan diri dalam masyarakat.
Keterasingan yang dipaksakan oleh manusia lain dalam masyarakat misalnya tidak simpati, tidak mau berurusan, tidak mau mendekati, tidak memperdulikan, memboikot, bahkan mengisolasi si pelaku. Apabila dengan perilaku masyarakat ini masih tidak mapan menyadarkan si pelaku itu, maka keterasingan itu dapat dipaksakan oleh institusi yang diciptakan masyarakat, misalnya pengadilan.
4.      Kesepian
Kesepian berasal dari kata “sepi” artinya sunyi tidak ada orang, tidak ada apa-apa, kesepian artinya kesunyian merasa sunyi, merasa tidak berteman, merasa tidak didampingi orang, merasa tidak punya apa-apa. Kesepian membuat manusiagelisah, karena menyentuh nilai-nilai kemanusiaan, harta dan martabat manusia. Kesepian yang dimaksud disini adalah kesepian dalam arti psikologis yang dalam, yang sangat berpengaruh pada jalan hidup manusia.
Kesepian dikatakan berpengaruh pada jalan hidup manusia, karena manusia merasa terancam hak kodratnya sebagai manusia, sehingga ia merasa takut atau khawatir akan kehilangan atau tidak memperoleh sesuatu dalam hidupnya. Misalnya pria/wanita yang khawatir tidak memperoleh jodohnya dalam hatinya sepi karena tidak ada yang mengisinya, tak ada yang mendampinginya. Misalnya lain lagiseorang gadis merasa kesepian apabila kekasihnya tidak berada disampingnya untuk beberapa saat tidak berjumpa. Hatinya selalu gelisah, tidur tak nyenyak, makan tak enak.














BAB X
MANUSIA DAN HARAPAN

A.    Pengantar
Setiap manusia yang normal mempunyai cita-cita atau harapan dalam hidupnya. Ini berarti bahwa ia ingin hidup dengan segala kesadaran ingin membina hidupnya agar selalu meningkat martabatnya. Dalam istilah Teknis Psikologis hal itu disebut “merealisasikan” diri (self relazation), artinya manusia berusaha mengembangkan dirinya, sehingga hidupnya selalu meningkat dan lebih baik serta dapat membantu memperkaya lingkungannya.
Sebagai warisan sosial suatu masyarakat, cara-cara hidup yang turunakan memberikan perangkat-perangkat kemampuan (skills) untuk menjalankan kehidupan tetapi juga perangkat rencana bagi hubungan antar manusia. Setiap cara hidup memiliki asumsi mengenai tujuan keberadaan manusia itu sendiri, tentang apa yang bisa diharapkan manusia satu sama lain dan dari Yang Maha Kuasa.
B.     Pokok Bahasan
1.      Kebutuhan Dan Harapan
Selama masih hidup, semua orang selalu ada perasaan berharap. Tercapaina keinginan seseorang dapat ditempuh melalui beberapa macam cara, baik yang negatif maupun positif dalam arti tidak melanggar norma-norma agama, hukum , maupun norma-norma masyarakat. Manusia yang tanpa harapan berarti manusia hidup dalam keadaan mati, sedangkan orang yang akan meninggal pun kadang-kadang mempunyaiharapan dan biasanya berupa pesan-pesan kepada keluarga atau orang-orang yang paling dekat dihatinya. Contoh lain = seorang staf karyawan rajin sekali tidak seperti sebelumnya pada saat-saat menjelang kenaikan pangkat atau promosi, dengan harapan tidak akan memperoleh kesulitan.
Perbuatan atau tindakan yang mengandung motif, merupakan tindakan yang mempunyai pengharapan, artinya bahwa tindakan-tindakan itu ditunjukan pada suatu titik sasaran akhir, yaitu suatu hasil sebagai imbalannya, imbalan dari segala usaha, jerih payah yang telah dilakukannya. Mengenai kebutuhan individu, dapat sebagai berikut :
a.       Kebutuhan Organik individu, meliputi :
1.      Makan dan minum
2.      Istirahat dan tidur
3.      Sex
4.      Keseimbangan suhu
5.      Bernafas
6.      Buang hajat
7.      Dan lain-lain
b.      Kebutuhan psikologis individu, meliputi :
1.      Bersantai
2.      Kemesraan dan bercinta
3.      Kepuasan aturuistik
4.      Kepuasan ego
5.      Kehormatan
6.      Kepuasan dan kebanggaan mencapai tujuan
7.      Dan lain-lain

2.      Percaya Diri
Kemampuan yang mendukung usaha atau perjuangan itu membangkitkan sikap “percaya diri”. Kemampuan itu meliputi kemampuan pikiran dan kemampuan pisik. Kemampuan pikiran berhubungan dengan kemampuan yang diperoleh melalui pendidikan, sehingga dapat meramalkan dan merencanakan usaha yang akan dilakukan. Kemampuan fisik berkenaan dengan tenaga, baik tenaga sendiri maupun tenaga bantuan orang lain, dengan menggunakan alat bantu maupun tidak menggunakan alat bantu (teknologi).
Kemampuan dan sikap percaya diri membuat manusia kreatif. Imajinatif penuh inisiatif. Sikap percaya diri ini menebalkan iman manusia kepada Tuhan, apabila kalau harapan itu terkabul atau berhasil. Tetapi kadang-kadang lain. Setelah harapannya tercapai, manusia lupa diri, takabur dan bahkan ingkar dengan kekuasaan Tuhan, dan sesumbar bahwa keberhasilan itu karena usaha sendiri.
Sikap percaya diri menimbulkan keyakinan yang mantap, bahwa usaha yang dilakukan itu benar. Tetapi kebenaran yang dimiliki manusia itu relatif, hanya kebenaran Tuhanlah yang mutlak.
3.      Gairah Mengatasi Kesulitan
Harapan selalu dilatar belakangi oleh masalah kehidupan, fokusnya adalah kebutuhan hidup. Harapan pada dasarnya menginginkan kemakmuran dan kebaikan yang dapatterwujud apabila disertai dengan usaha, sebab tidakl semua harapan dapat tercapai mulus, tetapi banyak rintangan dan hambatan yang menghadang dihadapannya
Cara meningkatkan kemampuan ini ialah :
1.      Banyak informasi tentang keberhasilan orang-orang tertentu
2.      Banyak berkomunikasi, bekerja sama dan ikut serta dengan orang-orang yang telah berhasildalam usahanya untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan yang dapat dicontoh, sehingga memberi harapan
3.      Mendengarkan dan menghayati nasehat-nasehat yang kontruktif yang mengandung nilai-nilai moral yang mempertebal keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga dapat memberi arah pada kehidupan yang lebih baik dan memberi harapan.










DAFTAR PUSTAKA


Sudibyo, Lies MH, dkk. 2013. Ilmu Social Budaya Dasar. Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET